Dark/Light Mode

Membludak, Hoaks di Medsos Seputar Pemilu 2019

Jumat, 19 April 2019 20:10 WIB
Ilustrasi: Istimewa
Ilustrasi: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar teknologi informasi (TI) Universitas Dian Nuswantoro Semarang Solichul Huda menyebut, jumlah berita bohong atau hoaks seputar perhitungan hasil pemilu di media sosial, usai pelaksanaan pemungutan suara 17 April 2019 cukup tinggi.

"Sejak pelaksanaan pencoblosan sampai Kamis (18/4) dini hari saja, tercatat ada sekitar 100 konten hoaks di berbagai media sosial," kata Huda di Semarang, Jumat (19/4) seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Baca juga : Terdengar Suara Mirip Tembakan, Kotak Suara Pemilu Di Mimika Aman

Huda bilang, konten berita bohong itu dilihat oleh ratusan ribu pengguna media sosial.

Dia mencontohkan berita hoaks, yang menampilkan perhitungan cepat hasil pemilu di salah satu stasiun TV. "Untuk mengetahui kebenarannya, memang harus melalui uji forensik digital," jelas Huda.

Baca juga : Sambut Ramadhan, PAM Jaya Gelar PIF 2019

Satu berita hoaks tersebut, kata dia, bahkan sudah ditonton sekitar 800 ribu pengguna media sosial. Ia menyayangkan tidak adanya semacam pusat informasi antihoaks, yang seharusnya dibentuk oleh pemerintah.

"Pusat antihoaks seharusnya bisa jadi rujukan masyarakat, untuk memilah antara berita bohong atau bukan," katanya.

Baca juga : Perlu Kerja Harmonisasi Pasca-Pemilu 

Lembaga itu, lanjut dia, juga bisa melaksanakan patroli siber, untuk mengantisipasi beredarnya berita-berita bohong itu. Ia menambahkan, masifnya berita bohong seputar hasil pemilu di media sosial, diduga sudah dipersiapkan sebelumnya. Soalnya, tampilannya yang cukup rapi. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.