Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Sebaiknya dipisah saja. Apabila digabung, konsentrasi masyarakat tertuju pada Pileg. Akibatnya bisa mendegradasi hasil dan kualitas Pileg,” jelas Ketua Komisi XI DPR ini.
Selain itu, kata Mekeng, sistem pemilu dengan sistem terbuka seperti sekarang ini juga harus dievaluasi. Partai beringin ingin kembali ke sistem pemilu proporsional tertutup.
“Sebaiknya dikaji ulang sistem terbuka ini karena makna partai untuk menjadi tempat pengkaderan semakin berkurang dalam siatem terbuka. Sering kader mumpuni dikalahkan pendatang baru dengan kelebihan logistik dan finansial,” jelas Ketua Pemenangan Pemilu Golkar wilyah Indonesia Timur ini.
Baca juga : Pemilu Bisa Dipecah 4
Senada disampaikan Ketua DPP Partai Golkar bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily. Kata Ace, partainya setuju Pemilu serentak harus dievaluasi. Evaluasi mencakup fakta bahwa masyarakat lebih antusias untuk aktif di pilpres daripada pileg.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini juga melihat dari segi penyelenggaraan, semangat efisiensi penyatuan pemilu ini juga tidak tercapai. Jumlah TPS lebih banyak tentu berimplikasi terhadap sumber daya manusia. Petugas KPPS jadi lebih banyak, pengawas pemilu juga menjadi bertambah, begitu pula logistik pemilu.
“Dalam hal pelaksanaan pencoblosan memerlukan waktu lebih lama. Belum lagi perhitungan suara. Akibatnya para petugas TPS banyak kelelahan,” tutupnya.
Baca juga : Sudah Waktunya Pemilu Pakai Sistem E-Voting
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta mengusulkan agar pileg dan pilpres dibuat terpisah, tidak serentak seperti Pemilu 2019.
OSO usulannya itu karena ditemukannya beberapa hal harus diperbaiki dalam Pemilu serentak 2019 meskipun secara keseluruhan pelaksanaannya sukses.
“Saya pesan kepada Menteri Dalam Negeri agar pilpres dan pileg perlu ada pemikiran agar kedepannya dipisah,” ujarnya.
Baca juga : Ekonomi Jadi Lebih Baik, Pintunya Sudah Terbuka
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengathuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati mengusulkan agar formula pemilu di Indonesia diubah.
Hanya saja, terang Wasisto, pemilu idealnya dipecah menjadi empat. Yakni Pilpres, Pileg DPR/DPD RI, Pileg DPRD Provinsi, dan Pileg DPRD Kabupaten/Kota.
“Terkait formulasinya, menurut saya idealnya itu adalah Pilpres, Pileg DPR dan DPD RI, Pileg DPRD Provinsi, Pileg Kabupaten/Kota. Jangka waktu antara pemilu satu dengan lainnya juga harus disesuaikan. Namun ini masih sebatas gambaran awal pribadi loh ya,”urainya kepada Rakyat Merdeka. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya