Dark/Light Mode

IMM Tolak Upaya-upaya Delegitimasi KPU

Selasa, 14 Mei 2019 20:05 WIB
Massa dari DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melakukan aksi di depan Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/5). (Foto: Dok. IMM)
Massa dari DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melakukan aksi di depan Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/5). (Foto: Dok. IMM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melakukan aksi turun ke jalan untuk menolak upaya delegitimasi terhadap KPU. IMM mengajak publik memberikan kesempatan ke KPU untuk bekerja sebaik-baiknya. Tidak diganggu dengan berbagai berita bohong dan provokasi.

Aksi ini dilakukan Selasa siang (14/5), di depan Gedung KPU, Jakarta. Ratusan anggota IMM dengan jas kebesaran dan bendera organisasi memerahkan bahu jalan sepanjang depan Gedung KPU.

Baca juga : People Power dan Upaya Delegitimasi KPU Langgar UU Pemilu

Ayi Muhyidin, koordinator aksi, menegaskan bahwa aksi organisasinya bertajuk "Bela KPU". Aksi bertujuan untuk mengawal konstitusi. IMM tidak ingin ada pihak-pihak yang melakukan tindakan inkonstitusional menyikapi hasil Pemilu 2019.

"IMM mengawal KPU dalam rangka menegakkan konstitusi. Mengingat KPU selama ini sudah bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Justru kami resah dengan sebagian pihak yang bermaksud melakukan tindakan inkonstitusional seperti people power," ujar Ayi Muhyidin.

Baca juga : Kagama Kecam Semua Upaya Delegitimasi KPU dan Pemilu

Di tempat yang sama, Sekjen DPP IMM Robby Karman menegaskan, pihaknya tidak menutup mata bahwa masih banyak yang perlu dikritisi dari KPU. Namun, IMM tidak setuju jika kekurangan KPU hari ini dibesar-besarkan sedemikian rupa untuk menimbulkan situasi tidak kondusif. Bahkan banyak juga hoaks yang sengaja dibuat untuk mendiskreditkan KPU.

"Kami melakukan aksi sama sekali tidak bermaksud menafikan kecurangan yang ada. Namun adanya kecurangan sudah ada mekanisme penyelesaiannya secara konstitusional. Kami mengecam pihak-pihak yang memancing di air keruh, memanfaatkan fakta kecurangan yang terjadi agar situasi tidak kondusif," ujar Robby. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.