Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Misalnya, menghargai hak asasi manusia dan memerhatikan persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga meminta kepada publik agar tidak percaya begitu saja informasi yang beredar di media sosial.
“Ada berbagai info di media sosial, kita tidak boleh juga terlalu percaya, tapi prinsip institusi Kepolisian itu selalu tidak boleh underestimate,” ujarnya.
Menkopolhukan Wiranto percaya bahwa TNI dan Polri mampu melakukan pengamanan maksimal. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak takut dan khawatir.
Baca juga : TKN Anggap Pilpres Sudah Selesai, 01 Raih 80 Juta Suara
“Tenang-tenang saja. Jalani kehidupan seperti biasa,” kata Wiranto, di Jakarta, kemarin. Wiranto menjelaskan, masalah keamanan ini sebenarnya bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri. Tapi juga tanggung jawab semua pihak. Termasuk para tokoh nasional dan pimpinan daerah.
Ia mengajak semua pihak menerima hasil Pemilu dengan legowo. Artinya, menerima keputusan dari KPU. Kalaupun ada keberatan dan masalah-masalah, silakan salurkan ke lembaga hukum yang disiapkan seperti Bawaslu, DKPP, dan MK. Dari pihak PA 212, menyatakan akan menggelar aksi di depan KPU pada 21 dan 22 Mei.
Jubir PA 212 Novel Bakmumin menjanjikan, aksi tersebut akan diikuti ribuan orang. Massa yang akan datang bukan cuma dari Jakarta. Tapi juga dari Jawa Barat dan Banten. Banyak tokoh juga akan datang.
Baca juga : Pembahasan RUU P-KS Masih Panjang, Silakan Masyarakat Kasih Masukan
Novel menegaskan, aksi tersebut untuk menuntut KPU menghentikan pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu. PA 212 menganggap, Pemilu 2019 berjalan curang.
“Kami juga menuntut agar KPU mendiskualifikasi pasangan calon 01 karena melakukan kecurangan,” kata Novel, di Jakarta, kemarin.
Di pihak lain, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto ikut angkat bicara mengenai viralnya foto seorang anak yang menyatakan siap jihad pada 22 Mei nanti.
Baca juga : Sebelum 22 Mei, Pemenang Pilpres Sudah Bisa Diumumkan
Foto yang viral ini memang bikin mengelus dada. Dalam foto itu, tampak seorang anak belasan tahun mengenakan stelan dan topi serba putih. Di samping foto itu diberi tulisan semacam puisi. Inti tulisannya, ia siap mati pada 22 Mei nanti.
Susanto menyatakan, pihaknya akan segera memanggil TKN dan BPN terkait foto bocah tersebut. Dia yakin, kemunculan foto tersebut terkait Pemilu. “Besok siang (hari ini, red), kami akan mendiskusikan untuk antisipasi dan pencegahannya,” kata Susanto. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya