Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kenaikan anggaran untuk peserta Pemilu 2024 diragukan bisa menekan praktik korupsi di kalangan politisi. Usulan ini justru dinilai hanya akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Nggak ada pengaruhnya dinaikkan, tetap saja korup,” kata Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Yang Digoyang Kok Cuma Anies
Dia berkelakar, ngototnya partai politik, terutama parpol Senayan menambah porsi dana parpol itu yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini untuk meminimalisir setoran oknum wakil partai ke partai masing-masing.
Menurut Uchok, tidak elok sebuah partai politik, apalagi partai besar meminta dana politik itu dinaikkan di saat negara sedang berjuang melawan pandemi Covid-19. Dia justru mempertanyakan soliditas kaderisasi partai. Apabila partai itu semakin besar dan banyak anggotanya, seharusnya semakin mandiri secara ekonomi. “Katanya anggotanya banyak, pakai uang iuran dong,” sarannya.
Baca juga : Wanita Ini Pacaran Sama Hantu
Mantan aktivis Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) ini menantang, kalau pun usulan menaikkan dana parpol disepakati, beranikah parpol membatasi masa jabatan elitnya. Jangan sampai, dana partai itu membiayai hidup politisi yang itu-itu saja.
“Dana parpol itu jangan sampai untuk membiayai olirgarki. Itu kan duit rakyat. Berani nggak, ketum partai itu atau jabatan lainnya dua periode saja,” tekannya.
Baca juga : 2 Tahun Berdiri, Partai Gelora Bidik Kemenangan Di Tangsel
Untuk diketahui, salah satu desakan dinaikkannya dana parpol itu datang dari politisi Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin. Dia berharap, Pemerintah menaikkan anggaran parpol hingga 50 persen. Menurutnya, jumlah ini wajar, bahkan dibanding dana parpol di Jerman atau Kanada.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.