Dark/Light Mode

Sistem Pengawasan Digital Kudu Di-upgrade

Awas, Potensi Kecurangan Pemilu Makin Terbuka Lebar

Selasa, 4 April 2023 06:45 WIB
(Foto: dok. Antara)
(Foto: dok. Antara)

 Sebelumnya 
Masyarakat seharusnya lebih peka dan sadar akan pentingnya pencegahan kecurangan pemilu, khususnya Pemilu 2024. Hal terpenting yang dapat dilaku­kan oleh penyelenggara pemilu dengan melakukan edukasi dan kampanye po­tensi kecurangan.

Menurut Syafiqurrohman, ketika masyarakat sudah teredukasi dengan baik, maka kecurangan pemilu dapat diminimalisir dengan mudah. Selain itu, perlu bagi KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membuat kerja sama dengan mengajak masyarakat dalam pemberantasan politik uang.

“Edukasi masyarakat tentang bahaya politik uang demi terselenggaranya pesta demokrasi yang jujur dan adil sangatlah dibutuhkan di era krisis integritas dan krisis keteladanan dalam masyarakat,” ujar dia.

Baca juga : Kemendag Dorong Digitalisasi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen

Syafiqurrohman mengatakan, pem­bentukan sistem pengawasan berbasis digital juga perlu dilakukan dan ditambah dengan pengawasan fisik di lapangan. Supaya, para penyelenggara pemilu di tingkat daerah tidak dapat melakukan kecurangan.

Menurutnya, upgrade sistem penga­wasan berbasis digital. Perkuat sistem digital dalam melindungi data pemilih dan data hasil penghitungan surat suara, serta data-data lain yang berkaitan dengan hasil pemilu sangatlah urgent.

Syafiqurrohman menambahkan, penga­wasan dari segi aturan hukum juga perlu ditingkatkan.

Baca juga : Di Tengah Ketidakpastian Global, Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 2.312 T

“Penindakan atas pelanggaran dan pen­gawasan secara digital bagian dari ikhtiar mewujudkan pemilu yang jujur dan adil serta bebas dari kecurangan,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mem­prediksi kecurangan dan pelanggaran pada Pemilu 2024 akan tetap ada dan tidak mungkin hilang. Untuk itu, Bawaslu berupaya meminimalisir kemungkinan adanya kecurangan.

“Saat ini, kami sudah menyiapkan strategi pencegahan. Salah satunya den­gan sosialisasi, do and don’t,” katanya.

Baca juga : Antisipasi Peretasan, Korporasi Kudu Tingkatkan Keamanan Siber

Bagja mengimbau seluruh peserta pemilu untuk memanfaatkan media sosial dengan baik. Tidak menjadikan medsos sebagai lahan kampanye untuk menyudutkan dan menjatuhkan satu pihak dengan pihak yang lain.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.