Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Penentu Hasil Pemilu 2024

Catat, Pemilih Perempuan Lebih Banyak Dari Laki-laki

Rabu, 4 Oktober 2023 06:45 WIB
Deputi Bidang Dukungan Teknis Komisi Pemilihan Umum KPU Eberta Kawima. (Foto: Facebook KPU Republik Indonesia)
Deputi Bidang Dukungan Teknis Komisi Pemilihan Umum KPU Eberta Kawima. (Foto: Facebook KPU Republik Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 orang. Sebanyak 102.588.719 merupakan pemilih Perempuan dan 102.218.503 orang merupakan pemilih laki-laki.

Deputi Bidang Dukungan Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Eberta Kawima menjelaskan, perempuan memiliki posisi dan peran yang strategis dalam Pemilu dan Pilkada 2024. Tidak hanya sebagai pemilih, tapi juga sebagai peserta dan penyelenggara pemilu.

“Kami berupaya secara berkesinambungan untuk meningkatkan peran perempuan dalam partisipasinya sebagai pemilih. Termasuk melalui pendekatan konvensional,” ujar Eberta dalam keterangannya, kemarin.

Baca juga : Menkominfo: Mari Kita Lawan Hoaks

Eberta memberkan cara KPU mendeka­ti dan merayu perempuan untuk ambil bagian pada pesta demokrasi 2024. Yaitu, melalui tatap muka, menggunakan kearifan lokal, melibatkan tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Upaya tersebut, untuk meningkatkan partisipasi pemilih perempuan.

“Kami mengajak semua pihak terus mendorong dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya partisipasi politik dan hak memilih,” ajaknya.

Dia berharap, partisipasi masyarakat, khususnya pemilih perempuan pada Pemilu 2024 akan semakin tinggi dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas untuk Indonesia.

Baca juga : BEM Nusantara Jambi Ajak Pemuda Pilih Pemimpin Visioner Dan Rekam Jejak Jelas

Namun, dia tidak menampik di beberapa daerah, jumlah pemilih perempuan masih sangat rendah. “Termasuk mereka yang duduk di lembaga legislatif,” ujarnya.

Eberta menyebut, ada beberapa hal yang mempengaruhi keterlibatan dan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif masih rendah.

Di antaranya, faktor budaya dan karakter perempuan. “Tapi yang jelas, sudah ada kenaikan dibanding sebelumnya terkait partisipasi perempuan,” tandasnya.

Baca juga : Ogah Pemilu 2 Putaran, Politisi Perindo: Kasihan Uang Rakyat

Lebih lanjut, Eberta membeberkan data KPU pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kata dia, ada dua provinsi dengan tingkat partisipasi pemilih perempuan rendah di bawah 80 persen yakni Provinsi Maluku 79,85 persen dan Sumatera Utara (Sumut) 79,98 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.