Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Parpol, Capres-Cawapres Dan Caleg Kudu Waspada
Hoaks Pemilu Paling Banyak Bentuk Video
Senin, 30 Oktober 2023 06:45 WIB
Sebelumnya
Amalia menjelaskan, hoaks jenis ini tidak hanya beredar dengan narasi negatif. Tetapi juga dengan narasi positif yang dibuat-buat dan tidak pernah terjadi.
“Misalnya, ada hoaks dengan narasi ‘Calon C mendapatkan penghargaan sebagai Kepala Daerah terbaik di Indonesia’. Padahal sebenarnya calon yang disebutkan itu tidak pernah mendapatkan penghargaan yang seperti itu,” jelasnya.
Amalia juga menyebutkan, para peserta pemilu selalu menampilkan sisi terbaik dari diri mereka. Namun, permasalahan muncul dalam kampanye ilegal atau kampanye “bawah tanah” yang sering kali dilakukan dengan cara-cara ilegal, seperti keterlibatan pasukan siber, akun-akun anonim, hingga bot yang menyebarkan disinformasi dan ujaran kebencian.
Baca juga : Semoga KPU Jadi Wasit Kompetisi Yang Sehat
“Dalam kampanye formal, pastinya keluar yang baik-baik. Sedangkan yang kampanye di bawah tanah ini yang biasanya dilakukan dengan cara-cara ilegal. Yang melibatkan pasukan siber, akun-akun anonim dan bot yang menyebarkan disinformasi dan ujaran kebencian,” ujarnya.
Bahkan, Amalia menambahkan, dalam kampanye ilegal, banyak yang menargetkan kelompok-kelompok marginal. Seperti perempuan, transgender, disabilitas mental, dan lainnya.
Masyarakat Indonesia, kata dia, khususnya para pegiat cek fakta, sangat menantikan langkah konkret dari para peserta pemilu untuk aktif dalam memerangi hoaks dan ujaran kebencian.
Baca juga : Soal Komposisi Capres-Cawapres, Sultan Najamudin Harap Indonesiasentris
“Dalam upaya bersama, diharapkan proses pemilu yang damai dapat membawa Indonesia menuju masa depan lebih demokratis,” tutur Amalia.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebutkan, hoaks dengan muatan isu Pemilu 2024 naik hampir 10 kali lipat dalam satu tahun terakhir. Sepanjang 2022 hanya 10 hoaks Pemilu, namun, sepanjang Januari 2023 hingga 26 Oktober 2023 terdapat 98 isu hoaks Pemilu.
“Berarti terjadi peningkatan hampir 10 kali lipat isu hoaks dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Baca juga : PAN: Putusan MK Soal Usia Capres-Cawapres Beri Anak Muda Peluang Jadi Pemimpin
Budi mengatakan, peningkatan hoaks terkait dengan isu pemilu makin terasa signifikan saat memasuki Juli 2023 dan terus meningkat hingga Oktober 2023. Bahkan, data terbaru Kemenkominfo untuk 27 Oktober 2023 sudah ditemukan lagi tambahan tiga hoaks baru.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 30/10/2023 dengan judul Parpol, Capres-Cawapres Dan Caleg Kudu Waspada, Hoaks Pemilu Paling Banyak Bentuk Video
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya