Dark/Light Mode

Tunggu Masukan Banyak Pihak

Disodorin Kasus HAM Masa Lalu, KPU Mau Garap

Minggu, 10 Desember 2023 06:45 WIB
Komisioner KPU Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, August Mellaz. (Foto: Twitter @KPU_ID)
Komisioner KPU Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, August Mellaz. (Foto: Twitter @KPU_ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta masukan dan usulan dari banyak pihak terkait materi debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Komisioner KPU Bidang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, August Mellaz mengatakan, dengan banyaknya masukan, jalannya debat akan lebih menarik dan memberikan masukan berharga bagi pemilih. Termasuk, masukan Amnesty International Indonesia terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca juga : Muhammadiyah Desak Netanyahu Diseret Ke Pengadilan HAM Karena Genosida Di Gaza

“Masukan (Amnesty) akan dibaca oleh tim kita untuk nanti dikonsumsi. Karena ini bagian dari masukan, berupa dokumen tertulis yang kepentingannya mengemuka dan urgensinya relevan,” kata Mellaz da­lam keterangannya, Sabtu (9/12/23).

Menurut Mellaz, isu HAM tidak hanya berasal dari Amnesty International. Tapi, juga kata dia, berasal dari organisasi masyarakat lain yang memberikan usulan kepada KPU. Tentunya tidak hanya HAM, tapi juga isu yang berkaitan dengan lingkungan.

Baca juga : Tingkatkan Angka Partisipasi Pemilu, KPU Dan UPR Lakukan Sosialisasi

“KPU selama ini juga menerima banyak masukan (terkait isu debat),” ujarnya.

Lebih lanjut, Mellaz meminta para pemilih muda tidak hanya vote atau memilih saat hari pencoblosan, tapi juga voice atau berbicara terkait isu-isu aktual yang dihadapi negeri ini. Apalagi, jumlah pemilih muda atau berumur 40 tahun ke bawah mencapai 54 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebesar 204.807.222 pemilih.

Baca juga : Mahfud MD Tegaskan Negara Hadir Di Perbatasan Dan Pulau Terluar

“Kalau saya perhatikan data survei, pemilih muda pada Pemilu 2024, mo­mentum debat jadi pilihan akhirnya,” kata Mellaz.

Sebagai informasi, Amnesty Internasional Indonesia membawa tiga isu terkait HAMsaat beraduensi ke KPU pada Rabu (6/12/23).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.