Dark/Light Mode

Dapil Kalimantan Utara: Kecil Kuotanya, Besar Gesekannya

Senin, 22 Januari 2024 08:42 WIB
Adu kuat Caleg (Gambar: RM)
Adu kuat Caleg (Gambar: RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara) memang mungil kuotanya, cuma tersedia tiga kursi, namun diperebutkan banyak tokoh. Mulai dari mantan kepala daerah hingga ketua umum relawan Jokowi Mania (Joman). Para petahana dipastikan harus kerja ekstra keras jika ingin mempertahankan kursinya di Senayan.

Pada Pileg 2019, PDIP meraih suara tertinggi di Dapil Kaltara, yang meliputi Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan tersebut. PDIP meraih 73.880 suara. Sumbangan paling banyak diberikan Deddy Sitorus dengan 34.709 suara dan membawanya menjadi anggota DPR. Di Pileg 2014, Deddy maju kembali sebagai Caleg.

Posisi kedua ditempati Partai NasDem yang mendulang 62.971 suara. Kursi dari NasDem direngkuh Arkanata Akram yang memperoleh 30.315 suara.

Sedangkan posisi ketiga diamankan Partai Demokrat yang memperoleh 37.616 suara. Kursi untuk Demokrat berhasil diduduki Hasan Saleh yang memperoleh 18.905 suara.

Baca juga : Dapil Kalimantan Selatan II: Saingannya Kuat, Logistiknya Gede-gede

Di Pileg 2024, Deddy Sitorus dan Hasan Saleh kembali maju sebagai Caleg.

Di internal PDIP, Deddy Sitorus akan bersaing dengan Ketua DPD PDIP Kaltara Albertus Stefanus Marianus. Albertus adalah merupakan Ketua DPRD Kaltara sekaligus tokoh masyarakat adat Dayak.

Namun, Deddy Sitorus tidak gentar karena hasil kerja kerasnya dalam membangun jaringan listrik sudah mulai dirasakan masyarakat. “Saya prioritas listrik. Dari rasio 26 persen kini sudah 75 persen lebih desa berlistrik. Itu concern saya,” ujarnya.

Di eksternal, Deddy Sitorus juga akan menghadapi lawan-lawan berat. Mereka antara lain mantan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan eks Bupati Nunukan sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Kaltara Abdul Hafid Achmad dan Ketua KNPI Nunukan Anna Bella Morizcha.

Baca juga : Dapil Kalimantan Selatan I: Medan Tempur Garuda Vs Banteng

Lalu, ada juga nama mantan Bupati Bulungan Anang Dachlan Djauhari yang diajukan Partai Gelora, mantan Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio yang diusung Hanura, dan mantan Bupati Tana Tidung Undunsyah yang maju dari PPP.

Selanjutnya, ada istri Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Rahmawati, Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi Hamzah, dan Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer, yang ketiganya maju dari Gerindra.

Sebagai pendatang baru, Noel, sapaan Immanuel Ebeneze, mengaku tak gentar. “Sangat optimis dong,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, Minggu (21/1/2024).

Noel mengaku bakal membawa sejumlah program yang diusung Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dikenalkan kepada masyarakat Kaltara. “Kita sebagai Caleg Gerindra yang ditugaskan hanya ikut visi misi Prabowo-Gibran,” ungkapnya.

Baca juga : Standard Chartered Garap Peluang Besar Segmen Perbankan Ritel

Melihat peta ini, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, mesin politik partai petahana di Kaltara, itu PDIP, Nasdem, dan Demokrat, akan diuji partai penantang. Sebab, partai penantang mengajukan nama-nama potensial, yang semuanya memiliki rekam-jejak dan basis massa.

“Secara personal, ini adu mesin politik, karena baik penantang dan petahana punya basis elektoral yang kuat secara popularitas, akseptabilitas, elektabilitas, dan isi-tas (logistik),” ujarnya, Minggu (21/1/2024).

Di luar itu, Agung memprediksi partai-partai yang punya Capres akan lebih diuntungkan dalam Pileg kali ini. Sebab, mereka akan mendapatkan efek ekor jas. “Seperti PDIP, Gerindra, dan Nasdem,” nilai Agung.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka, edisi Senin (22/1), dengan judul "Dapil Kalimantan Utara: Kecil Kuotanya, Besar Gesekannya".

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.