Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pesan Wapres Jelang Pencoblosan: Beda Pilihan Boleh, Tapi Jangan Terpecah Belah

Senin, 5 Februari 2024 21:25 WIB
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat memberikan keterangan pers di KBRI Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat memberikan keterangan pers di KBRI Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari pencoblosan Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari nanti, tinggal menghitung hari. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin berpesan kepada masyarakat agar mengutamakan persatuan. Pilihan boleh berbeda, tapi jangan sampai merusak persatuan. 

Hal tersebut disampaikan Kiai Maruf saat berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (05/02/2024). Dalam kunjungan tersebut, Kiai Maruf ikut meninjau persiapan pemungutan suara di UEA yang akan digelar pada 10 Februari 2024. 

Baca juga : Beda Pilihan Politik Jangan Pecah Belah, Persatuan-Toleransi Kunci Jaga Bangsa

Terkait hari pencoblosan yang tinggal 9 hari lagi, Kiai Maruf mengajak seluruh pihak terkait, baik penyelenggara, para kontestan, maupun masyarakat untuk menjaga Pemilu 2024 ini berjalan dengan aman, damai, dan penuh kegembiraan. Menurut Wapres, adanya polarisasi politik akibat perbedaan pilihan dalam Pemilu merupakan hal yang wajar. Namun yang terpenting, polarisasi ini jangan sampai menimbulkan konflik dan perpecahan.

“Polarisasi boleh saja karena memang kita harus berbeda pilihan, tapi jangan membawa pembelahan, perpecahan bangsa. Karena itu, jangan lagi ada hal-hal yang bisa merusak (persatuan),” pesan Kiai Maruf. 

Baca juga : 12 Hari Jelang Pencoblosan, Elektabilitas Prabowo-Gibran Tembus 52,1 persen

Wapres pun berharap polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat saat kampanye tidak berlanjut setelah pencoblosan. Usai Pilpres, masyarakat diharapkan bersatu kembali. Begitu juga para capres dan cawapres yang ikut kontestasi. Pemenang Pemilu harus jadi presiden seluruh rakyat Indonesia dan mau merangkul yang kalau. 

"Siapapun nanti yang unggul ya tentu harus bisa diterima (hasilnya). Dan kepada yang menang harus merangkul semua pihak, harus menjadi Presiden dan Wakil Presiden dari seluruh rakyat Indonesia,” pesannya.

Baca juga : Gobel: Gorontalo Harus Jadi Provinsi Berkualitas, Jangan Murahan

Lebih jauh, saat dimintai tanggapannya soal debat Capres terakhir yang berlangsung semalam, Minggu (04/02/2024), di Jakarta Convention Center, Wapres mengatakan tensi debat tersebut melandai, tetapi secara substansi telah cukup untuk menjadi rujukan bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.