Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Soal Calon Menteri

AHY Siapkan Nama, Relawan Minta Jasanya Tidak Dilupain

Rabu, 3 April 2024 08:20 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: X AHY)
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: X AHY)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden terpilih Prabowo Subianto sudah mulai menyusun anggota kabinetnya. Parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) sudah diminta untuk menyiapkan nama calon menteri. Di tempat terpisah, para relawan minta agar jasanya di pilpres lalu tidak dilupakan.

Setelah dinyatakan menang pilpres oleh KPU pada 20 Maret lalu, Prabowo langsung melakukan konsolidasi. Secara beruntun, eks Danjen Kopassus itu menemui parpol yang mengusung Prabowo-Gibran. Dimulai dari PAN, Demokrat, dan diakhiri dengan Golkar.

Dalam pertemuan itu, Prabowo antara lain menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan mengajak untuk melanjutkan perjuangan. Secara tersirat, Prabowo juga menyampaikan soal menteri.

Rupanya, omongan soal menteri itu tak hanya disampaikan tersirat. Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku, Prabowo memang sudah meminta masukan terkait penyusunan kabinet 2019-2025. Kata AHY, Prabowo memintanya agar menyiapkan nama-nama kader Demokrat untuk posisi menteri.

"Pak Prabowo menyampaikan kepada saya, tolong nanti disiapkan kader-kader yang bagus yang baik yang punya kapasitas juga untuk membantu pemerintah ke depan. Itu yang beliau pesankan," kata AHY di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Baca juga : Gugat Kemenangan 02, 03 Lebih Lincah Dibanding 01

Lalu siapa saja kader Demokrat yang akan diberikan kepada Prabowo? Soal itu, AHY masih berahasia. "Kapan-kapan saja nanti saya sampaikan," kata putra sulung Presiden RI ke-6 SBY ini, sambil tersenyum.

Yang jelas, kata AHY, partainya saat ini telah mempersiapkan diri untuk mengawal pemerintahan ke depan. AHY mengaku senang, setelah 9 tahun berada di luar pemerintahan, partainya mendapat kesempatan untuk mengawal masa transisi dari pemerintahan Jokowi ke presiden berikutnya Prabowo Subianto. Demokrat akhirnya mendapat satu jatah menteri di kabinet Jokowi.

"Hari ini saya bersyukur karena ternyata di luar dugaan Demokrat masuk lebih dahulu di 8 bulan terakhir sebelum 20 Oktober nanti. Ini kesempatan yang sangat baik karena artinya Demokrat dilibatkan dalam masa yang penting sebuah transisi kepemimpinan nasional, kita ingin mengawal pemerintahan Jokowi bukan hanya soft landing tapi juga benar-benar sukses juga mempersiapkan landasan berikutnya, agar presiden terpilih pak Prabowo juga semakin baik," kata AHY.

Soal calon menteri, AHY tak mau bicara panjang lebar. Ia khawatir justru pembicaraan soal menteri mengganggu pikiran Prabowo. "Yang pasti kami ingin beri support, termasuk melalui usulan hal yang perlu kita prioritaskan dalam lima tahun ke depan," katanya.

Sebelumnya, Ketum PAN, Zulkifli Hasan juga menyampaikan, partainya punya banyak stok kader untuk menjadi menteri jika diminta oleh Prabowo. Beberapa nama yang disebutkan antara lain  Sekjen PAN Eddy Soeparno, Bendahara Umum PAN Totok Daryanto, Waketum PAN Yandri Susanto, dan mantan Menpan RB Aswan Abnur.

Baca juga : Golkar Nggak Mau Rebut Kursi Ketua DPR

Ketum Golkar, Airlangga Hartarto pun mengatakan, partainya punya banyak sekali kader mumpuni yang siap di tempatkan di mana saja. Kendati begitu, Airlangga mengaku, semua parpol pendukung Prabowo-Gibran belum diajak berkumpul untuk membicarakan soal menteri. "Kita puasa dulu," kata Airlangga.

Soal kabinet, Waketum Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kabinet bagian penting bagi presiden terpilih untuk menjalankan visi dan misinya. Karena itu, jumlah menteri tak bisa dibatasi.  "Bagian terpenting supaya visi misi itu bisa tercapai adalah jumlah kebutuhan anggota kabinet," ujar Agus akhir Maret lalu.

Untuk diketahui, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara memang disebutkan, jumlah kementerian dibatasi maksimal 34 kementerian.

Namun, menurut Agus, jumlah menteri itu bisa saja lebih. "Zaman Presiden Soeharto saja, jumlah kabinetnya rata-rata 45," ujarnya.

Di tempat terpisah, para relawan pendukung Prabowo-Gibran diajak buka puasa bersama dengan Presiden Jokowi, di Istana Negara, Senin (1/4/2024). Dalam acara itu, ada sekitar 30 orang pimpinan relawan dari berbagai organisasi.

Baca juga : Setelah China, Jepang Siap Sambut Prabowo

Usai pertemuan itu, Ketua relawan Prabowo Mania Immanuel Ebenezer berharap, Prabowo tidak melupakan jasa para relawan di pilpres. Noel, sapaan akrabnya, memberi contoh Jokowi yang kerap memberikan perhatian khusus kepada para relawan.

"Nah kita berharap juga Pak Prabowo ke depan ketika memimpin, ya semoga tidak melupakan peran relawan dalam proses pemenangan beliau," kata Noel.

Sementara, Pengamat Politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno mengatakan, tugas pertama Prabowo dan Gibran setelah dilantik adalah merealisasikan janji-janji politik, seperti program unggulan seperti makan siang gratis. Karena itu, menteri-menteri yang dipilih adalah menteri yang mendukung visi tersebut dan melanjutkan kebijakan Jokowi seperti mempercepat program percepatan ekonomi nasional.

Karena itu, kata dia, tidak menutup kemungkinan menteri-menteri di kabinet Jokowi saat ini akan ikut dilibatkan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang. "Tergantung kebutuhan, kalau kinerjanya bagus, cukup cakap, dan mampu menjalankan visi dan misi Prabowo-Gibran, bukan tidak mungkin dipercaya," kata Adi.

Meski begitu, Adi menilai, Prabowo pasti akan merekrut wajah-wajah baru yang akan menjadi menteri. "Ada kecenderungan melakukan penyegaran politik, menteri-menteri mendatang kemungkinan wajah baru, yang pastinya punya pengalaman dan cukup diandalkan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.