Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tolak Usulan Pemilu Tertutup, Demokrat Fokus Reformasi Masa Kampanye
Sabtu, 20 April 2024 14:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Demokrat secara tegas menolak usulan dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, yang ingin Pemilu 2029 diterapkan dengan sistem tertutup. Hinca Panjaitan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, menyatakan, evaluasi dari pelaksanaan Pemilu 2024 tidak harus berujung pada perubahan sistem pemilihan.
Dalam wawancara dengan RM.id pada Sabtu (20/4/2024), Hinca menekankan bahwa yang perlu direformasi adalah sistem kampanye.
Baca juga : Pastikan Pemudik Terlayani Dengan Baik, Kapolri Tinjau Stasiun Pasar Senen
"Seharusnya, tidak ada batasan dalam masa kampanye. Setiap hari adalah kesempatan emas bagi politisi untuk mendekatkan diri kepada pemilihnya," ujar Hinca, yang juga merupakan anggota Komisi III DPR.
Hinca menambahkan bahwa pembatasan kampanye hanya menjadikan proses politik menjadi tidak efektif dan membatasi kreativitas politisi.
Baca juga : Fesbul Umumkan 2 Film Terbaik Lokus 2 dari Jawa Barat
"Kami percaya, tanpa pembatasan yang kaku, kader partai akan lebih militan dan partai akan lebih serius dalam menyiapkan serta mengelola kader-kadernya," tegas Hinca.
Sementara itu, Kaesang Pangarep sebelumnya mengusulkan Pemilu tertutup sebagai solusi untuk mengatasi masalah politik uang yang merajalela selama Pemilu Serentak 2024.
Baca juga : Gobel Cetak Prestasi Di Pemilu 2024, Terbaik Secara Proporsional
"Pemilu tertutup mungkin bisa mengurangi praktik saling 'ngamplop' yang semakin kencang," ungkap Kaesang pada hari Jumat (19/4/2024).
Meskipun demikian, Kaesang mengakui bahwa sistem Pemilu tertutup tidak sepenuhnya bisa mengeliminasi politik uang, namun ia berharap dapat memperkecil praktik tersebut. Namun, pendekatan Partai Demokrat yang lebih memilih untuk memfokuskan reformasi pada aspek kampanye mendapat sorotan sebagai alternatif strategis yang mungkin lebih efektif dalam meningkatkan integritas dan kualitas demokrasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya