Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasca Rahmat Effendi Dicokok KPK

Popularitas Putri Wali Kota Bisa Anjlok Jelang Pilkada

Minggu, 9 Januari 2022 07:55 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama putrinya Ade Puspitasari. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama putrinya Ade Puspitasari. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), konstelasi politik jelang Pemilu di Kota Bekasi diprediksi berubah. Popularitas putri Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, bisa anjlok.

Diketahui, kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Rahmat Effendi terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan, pengadaan barang dan jasa, mengundang perhatian sejumlah kalangan.

Berita Terkait : Disebut Anak Rahmat Effendi Incar Golkar, KPK: Cuma Bikin Kegaduhan...

Maklum, sang Wali Kota itu mendapatkan sejumlah penghargaan, baik dari capaian prestasi kinerja, maupun pelayanan publik atas kinerjanya tersebut.

Peristiwa OTT KPK terhadap Pepen-sapaan akrab Rahmat Effendi, merupakan pukulan telak bagi masyarakat Kota Bekasi.

Berita Terkait : Kasus Suap Rahmat Effendi, KPK Geledah Kantor Walkot Bekasi

Pasalnya, kasus ini pernah terjadi pada Wali Kota Bekasi sebelumnya, Mochtar Mohammad yang dicokok KPK dalam kasus korupsi.

Menurut Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah, kasus ini ternyata tidak dijadikan pelajaran berharga oleh Rahmat Effendi. Sehingga dia harus bernasib sama.

Berita Terkait : Dikabarkan Di-OTT KPK, Segini Nih Harta Kekayaan Wali Kota Bekasi

Menurut dia, ditangkapnya Rahmat Effendi akan mempengaruhi konstelasi politik Kota Bekasi, baik Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Tentunya, ini bisa membuat nama Partai Golkar jadi tercoreng. Selain itu, popularitas anak Pepen, Ade Puspitasari bisa anjlok. Pasalnya, Ade Puspitasari digadang-gadang bakal menggantikan posisi ayahnya pada Pilkada mendatang.
 Selanjutnya