Dark/Light Mode

Mustika Ratu Bidik Pasar Australia Dan Afrika

Sabtu, 17 Juli 2021 07:00 WIB
Presiden Direktur PT Mustika Ratu Bingar Egidius Situmorang memberikan paparan dalam forum Investor Daily Summit 2021 sesi ``Pandemi, Momentum Investasi Sektor Kesehatan``, Kamis, 15 Juli 2021.(Foto : Tangkapan Layar Youtube BeritaSatu).
Presiden Direktur PT Mustika Ratu Bingar Egidius Situmorang memberikan paparan dalam forum Investor Daily Summit 2021 sesi ``Pandemi, Momentum Investasi Sektor Kesehatan``, Kamis, 15 Juli 2021.(Foto : Tangkapan Layar Youtube BeritaSatu).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Mustika Ratu Tbk makin agresif mengembangkan bisnis jamunya. Tidak hanya di dalam negeri, perusahaan produsen jamu dan kosmetik ini juga terus melebarkan sayapnya ke mancanegara.

Presiden Direktur Mus­tika Ratu, Bingar Egidius Situmorang mengatakan, bisnis kesehatan menarik karena sejatinya Indonesia memiliki kekayaan hayati yang melimpah.

Bahkan, Indonesia men­duduki peringkat kedua di dunia untuk biodiver­sity (Keanekaragaman hayati) dengan memiliki lebih dari 40 ribu spesies. Dan, 30 ribu tanaman di antaranya memiliki khasiat obat. Menurutnya, dengan kekayaan yang besar ini, sekitar 90 persen bahan baku obat tradisional bisa diperoleh di Indonesia. Na­mun sayangnya, saat ini Indonesia berada di posisi 19 sebagai negara ekspor biofarmaka (tanaman obat) di dunia dengan market share hanya 0,62 persen. Sementara, peringkat per­tama dan kedua ditempati India dan China.

Berita Terkait : Jual Swab PCR-Kartu Vaksin Palsu ke 100 Orang, 4 Pelaku Ditangkap

“Ini merupakan peluang bisnis. Dukungan dari semua pemangku kepentingan maka pengembangan biofarmaka di Indonesia bisa maksimal,” katanya di Jakarta, kemarin.

Bingar menjelaskan, saat ini Mustika Ratu sudah mengekspor produk herbal ke sejumlah negara, antara lain Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Rusia, dan lainnya.

“Saat ini kami juga se­dang bersiap masuk ke pasar Afrika dan Australia,” ujarnya.

Berita Terkait : Bantuan 1.000 Ventilator Australia Tiba Di Jakarta

Ia berharap, Mustika Ratu bisa dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan negara lain.

“Indonesia harus mem­perkuat pasar dalam negeri, merebut peluang pasar ekspor agar tidak hanya sebagai pasar saja, tapi bisa berbalik sebagai produsen dan eksportir,” tegasnya.

Selain memperluas jang­kauan pasar ke luar negeri, Mustika Ratu juga me­nyiapkan sejumlah aksi korporasi ke depannya. Salah satunya mendorong jamu menjadi new healthy lifestyle.

Berita Terkait : Mulai Senin, KA Lokal Cuma Boleh Ditumpangi Pekerja Esensial Dan Kritikal

“Selama ini ngetren istilah ngopi atau ngeteh. Nantinya akan ada tren nge­jamu. Jamu harus menjadi gaya hidup sehingga bisa menjangkau lebih banyak konsumen,” katanya.

Salah satu strategi yang akan dilakukan Mustika Ratu adalah menjalin kemitraan atau kerja sama dengan banyak pihak untuk membangun jaringan kafe jamu. [KPJ]