Dark/Light Mode

PKS Dilobi KIM, PDIP Merapat Ke Perubahan Koalisi

Pilkada Jakarta Zigzag

Rabu, 19 Juni 2024 08:20 WIB
Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan bersama eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Istimewa)
Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan bersama eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Wakil Ketua MPR ini lantas mencontohkan kemesraan partainya dengan PDIP di beberapa Pilkada sebelumnya. Dia bilang, PKS pernah jalang bareng dengan PDIP di Pilkada Sulawesi Selatan. Bahkan, PDIP juga pernah memberi ruang bagi PKS untuk mengajukan Cawagub di Kalimantan Selatan.

“Di Banjarmasin juga pernah Wali Kota Banjarmasin itu adalah koalisi PKS dengan PDIP. Bahkan PDIP waktu itu sebagai pemenang tapi mempersilakan PKS menjadi calon wali kotanya dan kita menang,” aku Wakil Ketua MPR itu.

Bagaimana dengan PDIP? Sejauh ini, sejumlah elite PDIP memang membuka sinyal untuk mengusung Anies di Pilkada Jakarta. Bahkan Anies pun mengaku ada komunikasi yang baik dengan PDIP.

“Menurut hemat saya, dari sisi popularitas maupun elektabilitas, dugaan saya Pak Anies tentu punya posisi yang baik,” kata Wakil Sekjen PDIP, Utut Adianto di Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Baca juga : Prabowo Hati-hati Kelola Utang Negara

Bahkan, Utut gamblang memuji Anies karena rekam jejaknya yang menterang di panggung politik nasional. Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga tak punya pertentangan ideologi dengan Banteng.

“Kalau menurut saya beliau pernah jadi Gubernur, sudah jadi Capres, pasti beliau punya, kalau bahasanya Pak Luhut paten, kalau bahasa saya beliau orang yang sangat sudahlah merah putihnya nggak diragukan,” terang Ketua Fraksi PDIP di DPR itu.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai seluruh partai masih saling menunggu. Sambil melihat elektoral dari nama-nama yang berpeluang maju di Pilkada DKI.

“Secara teknis, jarak pendaftaran calon masih lama yakni akhir Agustus. Secara substantif, dinamika elektoral masih menjadi nalar politik di Pilkada,” imbuh Agung kepada Rakyat Merdeka.

Baca juga : Triliunan Duit Judol Ngalir Ke 20 Negara

Untuk sekarang, menurut Agung, Anies paling siap diusung maju. Karena ketertarikan terhadap gubernur incumbent itu gamblang disampaikan poros koalisi yang sejalan maupun berseberangan.

“Misal Anies tak perkasa di survei, tentu lain ceritanya. Dengan kata lain, KIM akan dengan mudah mendorong RK langsung dicalonkan atau nama-nama lain,” pungkas dia.

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai, ada peluang bagi PKS untuk tidak mengusung Anies. Alasannya, sejauh ini PKS masih ngotot untuk mengincar kursi cawagub di Jakarta

“Saya kira target minimal mereka (PKS) adalah calon wakil gubernur, dan itu sangat logis. Mereka adalah pemenang kursi terbanyak,” kata Ray.

Baca juga : Lawan Dolar Amerika, Rupiah Masih Loyo

Dengan target tersebut, maka PKS tentunya akan lebih memprioritaskan dari dua nama yang ada, Anies dan Emil untuk mengakomodir kadernya di posisi nomor 2. Kalau ternyata di posisi Emil justru PKS mendapatkan posisi cawagub, tentu Anies akan ditinggalkan.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 19 Juni 2024 dengan judul PKS Dilobi KIM, PDIP, Merapat Ke Perubahan Koalisi Pilkada Jakarta Zigzag

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.