Dark/Light Mode

Survei Di Jabar, Jatim Dan Jateng

Jagoan KIM Di Atas 50 Persen

Senin, 30 September 2024 08:00 WIB
Pasangan Cagub dan Cawagub Jabar Dedi Mulyadi (kanan) dan Erwan Setiawan (kiri) menunjukkan nomor urut empat saat rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww)
Pasangan Cagub dan Cawagub Jabar Dedi Mulyadi (kanan) dan Erwan Setiawan (kiri) menunjukkan nomor urut empat saat rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Kantor KPU Jabar, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww)

 Sebelumnya 
“Kalau Pilkadanya kurang 1 minggu, 3 hari lagi, misalnya ini sudah bisa diprediksi pemenangnya, tapi karena Pilkada masih 2 bulan lagi, dan kemungkinan ada berbagai macam variabel yang menyertai,” jelasnya.

Cawagub Hendrar Prihadi menanggapi santai hasil survei tersebut. Menurut dia, elektabilitasnya belum naik karena baru turun gelanggang. “Ya, kalau Pak Ahmad Luthfi lebih tinggi mungkin karena beliau sudah jalan duluan,” kata Hendi.

Di Jawa Timur, pasangan yang diusung KIM, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak juga unggul jauh. Menurut Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Khofifah-Emil mencapai 61,2 persen.

Baca juga : Bonnie Triyana: Tokoh Bangsa Tapi Bukan Pahlawan...

Founder dan Peneliti Utama Indikator, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, Khofifah-Emil unggul dibanding dua paslon lain yakni nomor urut 3 Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dengan 26,0 persen, dan paslon nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanuk Khakim di posisi buncit dengan 2,2 persen.

Sementara, responden yang tidak memilih atau golput sebanyak 0,5 persen, dan yang tidak tahu/rahasia 10,2 persen.

Burhan mengatakan, pasangan Risma-Gus Hans relatif lebih memiliki peluang untuk menyaingi duet petahana Khofifah-Emil. Sementara paslon Luluk-Lukman harus bekerja lebih keras menggenjot elektabilitas mereka.

Baca juga : Mohamad Idris Laena: Hampir Semua Kriteria Terpenuhi

Dari 1.000 sampel yang digunakan oleh Indikator, seperlima memilih calon pemimpin ditinjau dari hasil nyata kerjanya. Hal ini juga menjadi pertimbangan utama bagi para calon pemilih memberikan suaranya kepada Khofifah, karena dinilai sudah ada bukti nyata atas kepemimpinannya.

“Kalau memilih berdasarkan alasan ini, cenderung lari ke dua nama. Yang pertama adalah Khofifah, yang kedua adalah Tri Rismaharini,” kata Burhanuddin.

Survei Indikator dilakukan pada 9-14 September dengan mewawancarai 1.000 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar kurang lebih 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga : Deforestasi Dan Karhutla Turun, Pengelolaan Sampah Meningkat

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 30 September 2024 dengan judul Survei Di Jabar, Jatim Dan Jateng, Jagoan KIM Di Atas 50 Persen

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.