Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Pemilihan Wali Kota Depok

Ciut Dengan Gerindra-PDIP, PKS Mau Dukung Petahana

Kamis, 23 Juli 2020 06:09 WIB
Pemilihan Wali Kota Depok Ciut Dengan Gerindra-PDIP, PKS Mau Dukung Petahana

RM.id  Rakyat Merdeka - PKS Kota Depok mulai ciut dengan poros koalisi Gerindra-PDIP yang mencalonkan Pradi Supriatna-Afifa Alia. Alhasil, PKS kembali ingin mencalonkan petahana, Wali Kota Depok Mohammad Idris. Tapi, partai bernapaskan Islam ini mengajukan dua syarat.

Diketahui, PKS awalnya bersikukuh mencalonkan kader sendiri di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Depok. Hasil Pemira, PKS Depok menyaring tiga nama untuk diusung di Pilkada.

Adalah Imam Budi Hartono (Ketua Komisi IV DPRD Jabar), Farida Rahmayanti (anggota DPRD Depok) dan Hafidz Nasir (Ketua DPD PKS Kota Depok/ anggota DPRD Depok).

Bahkan, PKS tidak melirik sedikit pun petahana Mohammad Idris. Belakangan, PKS mulai ketar-ketir.

Karena mengetahui, Koalisi Gerindra-PDIP mengusung petahana Wakil Wali Kota Pradi Supriatna-Afifa Alia dan Koalisi Tertata (PAN, Demokrat, PKB dan PPP) mencalonkan lagi incumbent Mohammad Idris.

Sebagai juara bertahan, PKS rupanya tidak ingin kursi Wali Kota Depok yang sudah belasan tahun dipegang, hilang begitu saja.

Baca juga : Golkar Usung Mantu Jokowi, Banteng Ngarep Kursi Wakil

Lalu, partai besutan Sohibul Iman ini memanggil Wali Kota Depok Mohhamd Idris pada Selasa (21/7). Idris mengaku, kunjungannya ke kantor DPD PKS Kota Depok itu dalam rangka pendekatan politik untuk pilkada.

Di sana, partai berlambang bulan sabit kembar memberi sinyal akan kembali mengusungnya. “Ya, saya dipanggil pengurus PKS Kota Depok menyampaikan rekomendasi itu. Memang sebelumnya dipanggil fit and proper test,” ujarnya, kemarin.

Sekalipun begitu, Idris mengaku, ada dua syarat diajukan PKS bila dirinya ingin diusung kembali. Pertama, PKS meminta agar “Koalisi Tertata” (PAN, Demokrat, PKB dan PPP) tetap solid dalam mendukung petahana.

“Koalisi yang sudah saya bangun tetap harus dilanjutkan,” ujarnya. Syarat kedua, PKS meminta Idris mau disandingkan dengan calon Wakil Wali Kota Depok pilihan PKS.

Pun demikian dengan partai-partai pendukung Idris dalam Koalisi Tertata. “Nah, dari PKS ini akan saya komunikasikan dengan Koalisi Tertata nanti,” imbuhnya.

Ditanya siapa kandidat pendampingnya, Idris mengaku tidak tahu. Tapi, bila melihat proses screening dilakukan PKS, maka figur yang awalnya akan diusung sebagai calon wali kota akan di sandingkan dengannya.

Baca juga : Dilaporkan Hilang, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas di Gunung

“Calonnya ada tiga di PKS. Ada Bu Farida, Imam dan Hafid Nasir,” tuturnya.

Saat ini, dirinya akan mengikuti tahapan ada dan tidak ingin mendahului rekomendasi dari PKS. Ini penting agar sinyal positif dari PKS tidak berpindahtangan.

“Kalau saya dahulukan, rekomendasi saya dicabut nanti,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPD PKS Kota Depok Hafid Nasir mengatakan, sampai saat ini partainya belum mengeluarkan rekomendasi untuk paslon siapapun.

Tapi, partainya menjanjikan, kandidat akan diusung adalah kandidat melewati mekanisme partai. Hafid belum bisa menentukan target kemenangan PKS pada pilkada nanti, karena calon belum ditentukan.

Tapi, tentunya calon wakil wali kota Depok berasal dari PKS. “Kami masih melihat perkembangan politik baru bisa menetapkan target,” katanya.

Baca juga : Koalisi PDIP-Gerindra Hadapi Kekuatan PKS

Saat ini, baru ada satu paslon yang benar-benar mendapat rekomendasi. Yakni pasangan Pradi Supriatna-Afifa Alia yang didukung Gerindra-PDIP. Pradi adalah kader Gerindra yang juga Wakil Wali Kota Depok saat ini.

Sedangkan Afifa Alia adalah kader PDIP. Bahkan, koalisi Gerindra-PDIP ini sudah bersiap-siap melawan calon PKS.

Ketua Pradi Gerindra Kota Depok, Pradi Supriyatna mengaku sudah membentuk tim pemenangan. Pradi pun telah menjalin komunikasi intens dengan Afifah Alia.

Ditanya apakah menjalin komunikasi dengan Wali Kota Depok Mohammad Idris, Pradi mengaku tak pernah.

“Kami sudah punya jalan masing-masing dalam menghadapi pilkada nanti,” jelasnya. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.