Dark/Light Mode

Netizen Rame-rame Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Kamis, 10 September 2020 07:08 WIB
Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahapan pendaftaran bakal calon kepala dae rah telah selesai pada Minggu (6/9). Sayangnya, tahapan itu menyisakan masalah karena banyak pendaftar mengabaikan protokol ke sehatan.

Pinterpolitik mengunggah meme yang di dalamnya memuat negara yang tetap menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi Corona.

“Khawatir timbulkan klaster penularan Covid-19, perlukah Pilkada 2020 ditunda?,” tu lis Pinterpolitik dalam captionnya. Banyak netizen yang setuju Pilkada 2020 di - tunda.

“Sudah diingatkan sama ahlinya kemarin. Sebaiknya pilkada ditunda. Ngeyel. Maaf ya uda dok, ngomong keras,” ujar Ameeramantika.

Dadangrhs mengatakan, nyawa manusia bukan sekadar angka di kotak suara. Dia mendesak tunda pilkada. Dia mengingatkan, pandemi Corona nyata adanya.

Baca juga : Pilkada Serentak 2020, PSI Dukung 143 Pasangan Calon Kepala Daerah

“Tunjukkan bahwa negara bertanggung jawab atas keselamatan warga negara. Dan itu kewajiban negara yang utama. Semoga kita dijauhkan dari mara bahaya,” ungkapnya.

“Cocok. Solusinya tunda pilkada. Alihkan anggaran pilkada untuk penanganan Covid-19. L ihat, sudah banyak nakes yang gugur. Rumah Sa kit sudah penuh, tenaga kesehatan kewalahan,” tukas Hendravnsaragih.

Menurut Agusjabo33, banyak calon dan pe mimpin tidak peka terhadap situasi. Nafsu kekuasaan telah membutakan segalanya. Seharusnya kekuasaan menjadi alat perjuangan membebaskan rakyat dari kemunduran, kemiskinan dan kesenjangan, menjadi adil makmur.

“Tunda Pilkada, anggaran untuk kesehatan masyarakat!,” tegas Agusjabo33. “Pilkada jalan terus. Emang Covid-19 takut sama Pilkada. Tunda dulu Pilkada,” tutut Makarawyuha.

“Mencemaskan lihat massa pendukung calon berkumpul tanpa menghiraukan protokol kesehatan,” sambung Nirwan_anestesi.

Baca juga : Para Menteri Lupa Negara Lagi Cekak

Herma_one berharap, ada calon kepala daerah yang tergerak hatinya untuk menyuarakan penundaan Pilkada 2020. Terutama bagi calon kepala daerah yang sudah terpapar Covid 19.

“Tunda Pilkada sampai Covid-19 reda. Alihkan anggaran pilkada untuk kesehatan rakyat,” ujarnya.

“Dalam kondisi yang menghawatirkan seperti sekarang ini, rasanya pemerintah belum serius benar mengatasi Covid-19. Kebijakannya kontradiktif. Emang segitu pentingnya pilkada? Yuk rame-rame kita suarakan TUNDA PILKADA,” ajak WiwinIrawan89.

Menurut HabaryMesak, tidak ada solusi lain untuk mencegah penyebaran Covid-19, selain menunda Pilkada 2020. “Pak De @jokowi klaster PILKADA gak ada solusi lain selain ‘TUNDA’ dan anggarannya di alihkan saja untuk kesehatan rakyat Indonesia,” katanya.

“Semua pihak harus berikan solusi agar seluruh tahapan pilkada tidak menimbulkan klaster baru,” kata Kiyudgirl.

Baca juga : Netizen Heran, Prabowo Sekarang Pro Investasi Asing

“Gw setuju. Tunda pilkada karena sangat berisiko. Atau buat perpu yang berlakunya hanya khusus untuk Pilkada 2020. Pemilihan oleh DPRD,” ungkap DeaCantik90.

Threader_memikirkan nasib tenaga kesehatan jika Pilkada tetap dilaksanakan “Kalo bisa tunda sih. Klo jadi klaster baru nambah lagi masalahnya. Kasian juga nakes udah kewalahan,” ungkapnya.

“Apa susahnya seh Pilkada ditunda. Ntar kalau ada klaster baru sebaran Covid-19 masyarakat melulu yang disalahkan gak patuh dan segala macam. Kan dari awal sudah tau risiko sebaran wabah Covid-19 ini masih tinggi. Kenapa di teruskan juga.

Halo KPU @KPU_ID. Tunda Pilkada itu baru namanya turut serta menjaga dan menjauhkan masyarakat dari penularan wabah Covid-19,” tegas HukumDan. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.