Dark/Light Mode

Elektabilitas Parpol Jelang Pilgub

Survei Voxpol Center : Geser Posisi Gerindra, PKS Unggul Di Sumbar

Senin, 30 Nopember 2020 12:34 WIB
Elektabilitas Parpol Jelang Pilgub Survei Voxpol Center : Geser Posisi Gerindra, PKS Unggul Di Sumbar

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam menganalisis tingkat elektabilitas partai politik jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Voxpol Center Reseach and Consulting melakukan survei terhadap kekuatan partai politik.

“Temuan pokok dan analisis hasil survey, Partai Keadilan Sejahtara (PKS) saat ini unggul di Sumatera Barat,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam rilisnya, Senin (30/11).

Secara rinci, Pangi menjelaskan, berdasarkan hasil survei Voxpol Center Research & Consulting, elektabilitas partai politik hari ini mengalami pergeseran.

PKS kini memimpin dengan persentase perolehan 20,3 persen disusul Gerindra pada peringkat ke dua dengan perolehan 13,8 persen, Demokrat 12,4 persen, Golkar 5,8 persen, PAN 5,0 persen, Nasdem 4,8 persen, PKB 3,1 persen, PDI-P 2,0 persen, lainnya 2,9 persen.

Berita Terkait : Survei Voxpol Center, Mahyeldi-Audi Paslon Paling Sederhana

Tidak memilih 0,3 persen, rahasia 13,6 persen dan tidak tahu/tidak jawab 16,0 persen.

Dijelaskan, dugaan pergeseran suara pemilih partai punya korelasi linear dengan perkembangan isu-isu peta politik nasional, partai yang tergabung dalam koalisi pemerintah (the rulling party), belakangan ini cenderung kebijakannya tidak populis berujung pada sintemen negatif.

"Punya dampak langsung mendowngrade citra serta elektabilitas partai di daerah tersebut,” tuturnya.

Pada saat yang sama, lanjut Pangi partai yang selama ini kebijakannya berseberangan dengan partai koalisi pemerintah, nampaknya cukup berhasil berselancar dengan momentum populisme, sepertinya cukup berhasil mengelola sintemen rakyat, dengan mengambil posisi tegas membela rakyat (agregasi), sehingga mendapatkan bonus insentif elektoral yang cukup berlimpah seperti yang dialami PKS dan Partai Demokrat.

Berita Terkait : Cagub Dan Cawagub Religius Jadi Pilihan Warga Sumbar

Menurutnya, salah satu yang menggerus elektabilitas Gerindra yang selama ini kuat di Sumbar adalah sikap politik Gerindra banting stir bergabung pada pemerintahan Jokowi dengan menempatkan Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan.

"Selain memang belakangan ada beberapa kasus korupsi yang mulai menjerat kader Gerindra,” tambahnya.

Sementara itu, Pangi juga mengatakan dalam konteks pergeseran elektabilitas partai politik di Sumatera Barat, apakah punya dampak terhadap kemenangan calon kepada daerah yang diusung partai tersebut?

Dalam survei Voxpol Center Research & Consulting ada jawaban yang mengatakan tidak akan punya korelasi positif terhadap pilihan calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah, hipotesisnya sebagian mengatakan bahwa pengaruh figur kandidat-lah yang justru lebih dominan mempengaruhi pemilih di dalam memutuskan pilihan politiknya.

Baca Juga : Kiai Said Positif Covid-19, Mahfud MD Langsung Tes Swab

“Namun bagaimana pun, dampak psikologisnya sangat besar terutama bagi partai yang berbasis kader seperti PKS, paling tidak pemicu kencangnya pergerakan mesin partai yang panas di ujung, seperti kasus pilkada di Jawa Barat,” ujarnya.

Namun di sisi lain, kata Pangi tidak bisa dipungkiri tergerusnya elektabilitas partai Gerindra juga akan sedikit banyaknya berdampak terhadap kandidat yang diusung.

“Apalagi pasangan cagub-cawagubnya hanya pakai satu mesin, diusung partai Gerindra sendiri, tanpa berkoalisi dengan partai lain, tentu tidak akan punya tambahan dukungan insentif elektoral dari mesin partai lain,” tutupnya.

Voxpol Center Reseach and Consulting menyelenggarakan survei pada 02-12 November 2020 mengunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 3,47 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 Selanjutnya