Dark/Light Mode

Kantongi Kecurangan PSU Pilgub Kalsel

Denny Bakal Beberkan 200 Video Praktik Politik Uang

Rabu, 14 Juli 2021 06:30 WIB
Calon Gubernur Kalimantan Selatan (Cagub Kalsel) Denny Indrayana. (Foto: FB @HajiDennyIndrayana)
Calon Gubernur Kalimantan Selatan (Cagub Kalsel) Denny Indrayana. (Foto: FB @HajiDennyIndrayana)

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Gubernur Kalimantan Selatan (Cagub Kalsel) Denny Indrayana mengaku telah mengantongi 476 bukti kecurangan di Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel 2020. Paling tidak, ada 200 bukti video politik uang siap dibeberkan di sidang sengketa Mahkamah Konstitusi (MK).

Denny mengatakan, hingga kini pihaknya terus menyiapkan pokok-pokok permohonan untuk diperiksa hakim MK. Tujuannya, agar hakim MK diharapkan tidak menggunakan Pasal 158 UU Pilkada, tentang besaran selisih suara untuk mengajukan sengketa Pilkada.

Berita Terkait : Denny Siap Legowo

“Karena selisih suara yang membesar di PSU Pilgub Kalsel adalah akibat berbagai kecurangan yang terjadi secara Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM). Sehingga kami bermohon (agar MK) memeriksa bukti-bukti kami sampaikan,” jelasnya, kemarin.

Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) ini menyebut, kini telah mengantongi 476 bukti kecurangan di Pilgub Kalsel 2020. Dari jumlah itu, 200 di antaranya adalah bukti video tentang praktik politik uang yang dilakukan petahana, Sahbirin Noor.

Baca Juga : Hijrah Ke Prancis, Donnarumma : Selamat Tinggal AC Milan

“Ada penambahan signifikan, dari 310 bukti menjadi 476 bukti. Sebanyak 200 di antaranya adalah dalam bentuk video yang menegaskan adanya pengakuan dari penerima maupun pemberi politik uang,” ujar Denny.

Menurut jebolan University of Melbourne Australia ini, 200 bukti video pengakuan politik uang itu berasal dari 170 desa yang mengikuti PSU. Artinya tidak satu pun desa di Kalsel yang luput dari politik uang saat PSU digelar.

Baca Juga : Driver Ojol: Seharusnya Cukup Sertifikat Vaksin

Bukti-bukti kecurangan Pilgub Kalsel itu, sebut mantan pengacara Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini, akan dibeberkannya bila MK memutuskan mendalami permohonannya.
 Selanjutnya