Dark/Light Mode

2024, Banteng Nggak Takut Ngejomblo

Jumat, 5 Maret 2021 07:25 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Istimewa)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pilpres masih 3 tahun lagi. Tapi sejumlah partai sudah mulai lirik-lirik.  Ibarat orang mau menikah, sudah mulai penjajakan. Sebut saja Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, yang sudah mulai pasang kuda-kuda.

Usai bertemu Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Airlangga lanjut tatap muka dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. 

Namun, pemandangan ini tak membikin PDI Perjuangan (PDIP) minder. Apalagi, buru-buru cari gebetan. Sorangan pun, PDIP tetap happy. Karena dengan jumlah kursi di DPR saat ini, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu bisa mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden sendiri.

Tapi, itu tak berarti PDIP menutup pintu hatinya untuk partai politik lain. Apalagi, bila sejalan dan sejiwa. Kira-kira, apa kriteria yang ditetapkan PDIP untuk calon pendamping di Pilpres 2024? Simak penuturan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dengan wartawan RM.id, Muhammad Ade Alkausar. 

Belakangan, gosip-gosip koalisi untuk Pilpres 2024 sudah mulai berseliweran. Kabarnya, Nasdem sudah melirik Golkar untuk dijadikan mitra dalam Pilpres 2024. Kalau PDIP, apa kabarnya nih? Kira-kira, mau koalisi dengan siapa? 

Prinsipnya begini, berdasarkan kehendak rakyat yang diwujudkan dalam perolehan kursi di DPR dalam Pemilu 2019, PDIP dapat mengusung calon presiden dan wakil presiden secara berdikari. Mengusung calon sendiri, tanpa partai lain.

Namun, partai juga membuka kerja sama dengan kekuatan politik nasional lainnya, sesuai semangat gotong royong sebagai saripati Pancasila.

Berita Terkait : Banjir Bikin PPKM Nggak Maksimal

Partai politik seperti apa yang bakal ditaksir PDIP?

Yang pasti, partai politik yang memiliki komitmen, dalam menjadikan Pancasila sebagai dasar dan seluruh kehendak bagi pengaturan kehidupan bersama. Sebagai bangsa yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Untuk Pilpres 2024, apakah sudah ada persiapan-persiapan?

Skala prioritas bagi partai saat ini adalah mendukung sepenuhnya pemerintahan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin, untuk menuntaskan pandemi Covid-19. 

Dalam situasi seperti ini, di saat energi bangsa fokus menangani Covid, berbicara soal kontestasi Pilpres 2024 rasanya masih terlalu dini.

Segala sesuatu, ada tahapannya. Saat ini, kami fokus membangun kekuatan gotong-royong bersama rakyat. 

Jadi ngapain dong, PDIP saat ini? Nggak kepingin pedekate sama partai lain? Nggak takut ngejomblo?

Berita Terkait : Nggak Mau Kecolongan

Konsolidasi partai adalah pilihan terbaik bagi PDIP saat ini. Daripada membahas agenda koalisi 2024. Sambil menggelorakan semangat dan harapan rakyat. Partai tanpa konsolidasi yang kuat dan mengakar, akan mudah terombang-ambingkan dalam tarik menarik elektoral.

Kalau silaturahmi ke partai lain?

PDIP sangat aktif  dalam membangun dialog, bersilaturahmi. Tapi, bukan dalam konteks elektoral semata.

PDIP selalu menekankan bagaimana membangun gotong-royong, berkolaborasi dengan segenap kekuatan bangsa. Agar diperoleh pemahaman bersama terhadap agenda bangsa dan negara ke depan. Demi mewujudkan seluruh harapan rakyat untuk hidup lebih damai, lebih sejahtera dan berkeadilan. Dan pada saat bersamaan, menggelorakan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional.

Masak sih, belum ada pembahasan soal koalisi Pilpres 2024 sama sekali? Yang menjurus pemenanganan Pemilu 2024, misalnya..

Seluruh agenda strategis partai, termasuk bagaimana menenangkan Pemilu 2024, sudah dibahas dalam Kongres dan Rakernas Partai.

Ada yang bilang, PDIP akan berduet dengan Gerindra sehingga nanti, akan bersaing dengan Golkar-Nasdem. Bagaimana dengan gosip itu?

Berita Terkait : BNPB Perpanjang Tanggap Darurat Gempa Sulbar

Sekali lagi, hal-hal yang terkait kerja sama partai politik di tahun 2024, akan dibahas pada momentum yang tepat. Setelah konsolidasi menyeluruh, yang menjadi prioritas saat ini.

Kira-kira, kapan itu ya...

Saat ini, berbicara pilpres masih terlalu dini. Karena selain membawa kontestasi terlalu awal, momentumnya juga tidak tepat.

Dalam kondisi sekarang, rakyat lebih menghendaki bagaimana partai bergotong royong, untuk memberikan jawaban terbaik atas penanganan pandemi saat ini. [SAR]