Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Inggris Vs Argentina, Duel Mental Juara Menuju Final Piala Dunia 2026
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- Pelita Harapan Group Perluas Jaringan Ekosistem Pendidikan Di Bandung
- Purbaya: Rating BBB Dari S&P Buktikan Sentimen Negatif RI Tak Terbukti
Wartawan Senior
Sebelumnya
Bagi para oknum politisi baru, kasus ini bisa jadi "ATM". Menggoreng kasus ini ke ruang-ruang publik untuk membuka pintu "negosiasi." Mereka galak hanya untuk mempertinggi daya tawar. Mereka memperdagangkan kasus korupsi dana bantuan Covid-19 ini untuk memperkaya diri.
Baca juga : Menteri Kepercayaan
Bukan hanya politisi, tapi para oknum penegak hukum. Keras dan kencang mempermasalahkan kasus ini sengaja agar dapat ruang negosiasi. Semakin bermasalah, semakin memperkaya diri sendiri. Dan kasus korupsi bansos ini cuma jadi sapi perahan.
Baca juga : Jadi Pejabat Harus Siap Dihujat
Kita berharap, perburuan koruptor bansos Covid-19 itu selesai. Sudah banyak data dikumpulkan. Tinggal memilih untuk dieksekusi.
Baca juga : Negeri Ramah Musibah
Di masa p(l)andemi ini, semua dituntut untuk ngeuh dengan kepentingan membereskan penyelewengan dana Covid-19. Waktu sudah tidak banyak lagi. Sudah harus melihat ke depan. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.