Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gawat Darurat Yang Biasa Saja

Minggu, 11 September 2022 06:30 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Hebohnya bukan main. Menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Melibatkan “nama-nama besar”. Dibicarakan setiap hari. Dan, sekarang, tak terasa, tiba-tiba Jaksa Pinangki Sirna Malasari sudah bebas (bersyarat).

Pinangki menjadi perantara yang menemui terpidana korupsi Djoko Soegiarto Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia menjadi terpidana tiga kasus berbeda.

Berita Terkait : Korupsi, Ratusan Tahun Kemudian

Sebenarnya, Pinangki akan bebas murni pada Agustus 2024. Sebab, dia mulai ditahan pada Agustus 2020. Namun, dengan segala pertimbangan, pada 6 September dia sudah bebas. Bersyarat.

Pinangki menjadi salah seorang dari 23 narapidana korupsi yang dibebaskan (bersyarat). Mereka dibebaskan dari LP Tangerang dan LP Sukamiskin. Nama lainnya, ada Patrialis Akbar, Zumi Zola, Ratu Atut dan adiknya Tubagus Chaeri Wardana.

Berita Terkait : Jaga Harga, Jaga Perasaan

Menanggapi pembebasan ini, Rakyat Merdeka, Kamis (8/9) menampilkan judul headline di halaman 1: “Parade Koruptor Bebas, Menyakitkan Rakyat”.

Media sosial juga ramai membicarakan pembebasan ini. Tidak sedikit yang memang menilai bahwa pembebasan ini “menyakitkan rakyat”.

Berita Terkait : Memperkuat Koalisi Rakyat

Ada juga yang menilai bahwa negara kalah melawan korupsi. Ada pula yang berpendapat bahwa korupsi bukan lagi kejahatan luar biasa. Tapi menjadi sangat biasa saja. Sama seperti kasus pidana lainnya.

Menkumham Yasonna Laoly menyebut bebas bersyaratnya para napi koruptor sudah sesuai aturan yang ada.
 Selanjutnya