Dewan Pers

Dark/Light Mode

Memperkuat Koalisi Rakyat

Minggu, 4 September 2022 06:39 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Penjajakan koalisi untuk Pilpres 2024 terus berlanjut. Penjajakan ini mestinya membawa dampak buat rakyat. Minimal, memberi pencerahan dan pendidikan politik yang baik.

Hari ini, Puan Maharani dan Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu. Puan juga akan bertemu Airlangga Hartarto.

Berita Terkait : Kenangan Gorbachev

Sebelumnya, hampir semua parpol sudah saling menjajaki. Pertemuan itu memiliki keterkaitan. Beririsan. Kecuali misalnya, PDI-P dan PKS. Atau, Megawati dan SBY.

Semuanya menawarkan nama yang “itu-itu saja”. Slogannya juga sama: demi rakyat.

Berita Terkait : Bukan Telur Di Ujung Tanduk

Apakah rakyat merasakan dampak konkret dari pertemuan ini? Yang mengemuka justru janji-janji yang terus dilontarkan. Salah satu parpol misalnya berseru: kalau calon kami menang Pilpres 2024, para petani akan senang.

Parpol lainnya berkata, “kalau kami menang, tidak akan ada lagi politik identitas”. Yang lain menyahut, “politik identitas bukan hanya soal agama, masih banyak identitas lain yang juga bisa dipolitiking”.

Berita Terkait : "Last Minute Politics"

Kondisi ini memaksa rakyat masuk ke tungku panas permainan politik. Rakyat tergoreng menjadi sangat militan. Bahkan di antara sesama saudara, terjadi perselisihan yang berujung putusnya hubungan keluarga.

Kita sangat merasakan itu ketika Pilpres 2014 dan 2019. Orang menyebutnya “polarisasi”. Salah satu sebabnya, karena pasangan yang bertarung hanya dua.
 Selanjutnya