Dark/Light Mode

Mulai Saling Buka Kartu

Rabu, 1 Februari 2023 05:43 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Semakin mendekati Pilpres 2024, iklim politik terasa semakin panas. Gesekan antara parpol dan kandidat capres bukan lagi cuma saling sindir. Levelnya sudah naik. Kini, mereka mulai membuka kartu truf dari kandidat lawannya.

Contoh terbaru, langkah elite Gerindra yang membuka kartu Anies Baswedan soal perjanjian tidak nyapres jika Ketua Umum Prabowo Subianto maju. Awalnya kartu truf ini dibuka Wakil Ketua Umum Gerindra Sandiaga Uno. Lalu, dibenarkan Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Baca juga : 9 Bulan Yang Menentukan

Publik belum tahu pasti soal kebenaran perjanjian itu. Sebab, sampai saat ini, pihak Gerindra juga tidak membukanya. Alasannya, perjanjian itu hanya untuk kepentingan internal.

Anies belum menanggapi hal ini. Dan sepertinya tidak akan menanggapinya. Pilihan yang tepat bagi Anies memang diam. Cukup para pendukungnya saja yang melakukan counter attack.

Baca juga : Kabareskrim Siap Buka Kasus Baru Bos Indosurya

Kasus tersebut hanya salah satu contoh saja. Semakin mendekati Pilpres, langkah saling buka kartu truf akan semakin marak. Bukan hanya dilakukan satu parpol atau satu kandidat, tapi bisa oleh semua. Tujuannya, untuk menjatuhkan para calon lawan di depan publik.

Langkah ini bisa marak, karena tidak ada satu pun kandidat capres yang tidak memiliki “dosa”. Kalau dikorek-korek, pasti ada salahnya. Nah, kesalahan inilah yang kemudian dikapitalisasi calon lawan untuk menjatuhkannya.

Baca juga : Mabok, Maling Tertidur Di Rumah Sang Korban

Tapi, para calon yang punya banyak kartu truf lawan tidak boleh merasa unggul. Sebab, mayoritas masyarakat kita suka simpati dengan kandidat “yang terzalimi”. Kalau serangan kepada kandidat tertentu dianggap berlebihan, justru yang diserang itulah yang akan didukung. Apalagi kalau yang diserang itu mampu melakukan kapitalisasi.

Dengan fakta seperti ini, jika bukan urusan yang substantif yang menyangkut kepentingan negara, sebaiknya para kandidat tidak perlu membuka kartu truf atau borok calon lawannya. Cukuplah mereka-mereka saja yang tahu mengetahui hal itu. Sebab, saat dibuka ke publik, ada potensi menimbulkan gesekan di akar rumput dari para pendukung kandidat capres itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.