Dark/Light Mode

Bisnis, Politik Dan Mahkota

Minggu, 24 September 2023 05:50 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN

 Sebelumnya 
Pertanyaan-pertanyaan ini mesti dijawab. Misalnya, untuk melihat beberapa kasus agraria yang terjadi di daerah, sekarang. Atau, untuk mencari jalan keluar yang tepat atas kasus korupsi yang menimpa para kepala daerah.

Hubungan antara politik dan bisnis ini pernah menjadi obyek penelitian LIPI (sekarang BRIN). Penelitian tersebut mengungkap, sebanyak 55 persen anggota DPR 2019-2024 merupakan pengusaha.

Baca juga : "Kursi Emas Pun Tidak Nyaman"

Mereka tersebar di berbagai sektor. Posisinya macam-macam. Mulai dari pemilik, Dirut, komisaris dan jabatan penting lainnya.

Penelitian bertajuk “Peta Pebisnis di Parlemen: Potret Oligarki di Indonesia” yang disampaikan tahun 2020 itu menyebutkan, total pebisnis di parlemen meningkat jadi 318 orang. Artinya, dari 10 anggota DPR, 5-6 orang diantaranya adalah pebisnis.

Baca juga : Berlapang-lapang Di Rempang

Sebenarnya, ada prinsip bijak, mereka yang masuk politik sebaiknya yang “sudah selesai dengan dirinya sendiri”. Bukan lagi mencari uang untuk menambah pundi-pundi pribadi. Levelnya sudah “pandito”. Matang dan bijak, luar dalam.

Kita berharap, prinsip itu masih dipegang teguh. Kapan pun, dimanapun, oleh siapa pun. Karena, jabatan politik bukan untuk mencari keuntungan bisnis. Tapi, mutlak untuk kepentingan rakyat.

Baca juga : Kualitas Udara Dan Harga Beras

Jabatan politik bukan alat yang bisa semau-maunya dipakai untuk “berburu di kebun binatang” dengan memainkan proyek-proyek pemerintah. Jangan juga berbisnis dengan rakyat, apalagi mengorbankan rakyat. Jangan pula, UU dipakai atau diakali untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Karena itulah, bangsa ini butuh keteladanan dan ketegasan, bagaimana memisahkan bisnis dan kekuasaan. Karena, kalau bisnis sudah bicara, “semua bisa diatur”. Termasuk hak-hak rakyat. Jangan sampai itu terjadi dan meluas. Rakyat adalah mahkota kekuasaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.