Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Pertarungan di Pilkada 2024 kemungkinan besar akan sangat sengit. Sebab, kemenangan di Pilkada 2024 sangat strategis dan bisa menjadi modal besar dalam menghadapi persaingan di Pilpres 2029.
Success story Jokowi di Pilkada DKI Jakarta pada 2012 dan di Pilpres 2014 telah membuat posisi kepala daerah sangat diperhitungkan dalam kontenstasi nasional. Apalagi ditambah dengan keberhasilan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, di Pilpres 2024, membuat posisi kepala daerah menjadi sangat seksi.
Baca juga : Kunker Lagi, Jalan-jalan Lagi
Karena itu, tokoh-tokoh daerah, juga nasional, yang punya cita-cita mentas di Pilpres 2029, akan melakukan start lebih awal dengan maju di Pilkada dulu. Tujuannya, untuk investasi elektoral dan menjaga panggung. Daerah-daerah penting dan gemuk penduduk menjadi incaran.
Nama-nama seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Khofifah Indar Parawansa diprediksi akan kembali tampil di Pilkada. Apalagi posisi Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, sangat strategis dan menjadi penyumbang suara besar di Pilpres.
Baca juga : Harapan Besar Kabinet Profesional
Untuk Khofifah, kini sudah hampir pemegang tiket maju kembali di Jawa Tengah. Sedangkan untuk Anies dan Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, posisinya masih belum aman 100 persen. Tiket Anies untuk maju lagi di Pilkada Jakarta masih rawan hilang. Demikian juga Kang Emil, nasibnya masih abu-abu. Apalagi ada tokoh lain yang juga mengincar posisi yang sama.
Karena itu, langkah para tokoh tersebut untuk maju di Pilkada 2024 tidak akan mudah. Apalagi, para pimpinan parpol akan mulai berhitung tentang kandidat saingan mereka di 2029. Mereka tak akan mau "memelihara anak macan". Jika berpotensi mengancam untuk persaingan di 2029, bisa saja ada calon yang "dijegal" untuk maju di Pilkada 2024.
Baca juga : Kabinet Zaken & Profesional
Namun, tetap ada angin segar bagi para tokoh dan kandidat tersebut. Sebab, masih ada parpol yang tidak memiliki sosok internal kuat untuk didorong di Pilpres 2029. Parpol ini akan mencari sosok yang bisa di-endorse, untuk meningkatkan elektabilitas parpol dan sosok tersebut. Di sini akan berlaku hukum simbiosis mutualisme. Parpol tersebut butuh cantolan tokoh untuk menaikkan citra, sedangkan tokoh tersebut butuh kendaraan politik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.