Dark/Light Mode

Reformasi Bola

Selasa, 22 Januari 2019 06:39 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Reformasi total. Itu yang dibutuhkan PSSI sekarang. Itu yang dibutuhkan sepak bola Indonesia. Reformasi pengurus, sikap, budaya dan sistem kerja. Reformasi bisa dimulai dari penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) pada April mendatang. Kenapa April?

Karena bertepatan dengan hari ulang tahun PSSI yang ke-89. Ini bisa menjadi kado manis buat sepak bola Indonesia. Juga, kado indah buat Liga 1 yang akan bergulir Mei mendatang. Lewat KLB, reformasi total bisa dirancang. Kepengurusan yang bersih, jujur dan tidak punya beban masa lalu.

Baca juga : Golput & Pujian

Kalau perlu potong generasi. Reformasi sepak bola, khususnya PSSI, belajar dari “kegagalan” politik Indonesia. Ketika Orde Baru tumbang, reformasi datang. Ini reformasi campur baur karena masih banyaknya unsur lama yang berperan dan ikut bergabung ke gerbong reformasi.

Unsur lama, yang juga membawa budaya lama itu, mengubah wajah, masuk ke unsur baru, bercampur, la￾lu mencap dirinya sebagai reformis. Bersih kembali. Seperti dicuci pakai deterjen. Berkiprah lagi. “Main” lagi. Akibatnya, reformasi kalah. Tinggal kenangan.

Baca juga : Cikal Bakal Debat Capres

Hanya catatan sejarah. Di sepak bola, ini jangan sampai terulang. Pengurus harus terbebas dari beban masa lalu. Tidak terkait masalah-masalah yang membebani PSSI dan sepakbola Indonesia. Tidak berbau “aneh-aneh”.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.