Dark/Light Mode

Kenapa China?

Jumat, 26 Februari 2021 06:20 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

 Sebelumnya 
Setelah Soeharto, ke tangan BJ Habibie, lanjut ke masa Gus Dur, dilanjutkan Megawati. Karena masa kepemimpinan mereka hanya sebentar jadi tidak kentara keberpihakannya. Baru semasa SBY keberpihakan mulai terasa.

Baca juga : Jangan Saling Membungkam

Garis keberpihakan SBY nyata lebih ke Amerika. Good boy-nya negeri Paman Sam. Tiongkok mendapat proporsi semata untuk menjaga keseimbangan. Menjaga citra dan posisi nonblok. Namun benih-benih infiltrasi Tiongkok begitu.

Baca juga : Ngutang, Siapa Takut?

Begitu rezim berganti, PDI Perjuangan berkuasa, pendulum garis keberpihakan terasa berubah. Lebih ke Tiongkok. Seiring dengan dominasi Tiongkok di bidang politik ekonomi, Indonesia di bawah Jokowi terasa sangat Tiongkok. Kita berharap keberpihakan ini lebih banyak menguntungkan anak bangsa. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.