Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Fenomena ini tidak mungkin luput dari perhatian Hakim MK. Apalagi di MK ada seorang tokoh anti korupsi yang sangat diharapkan: Saldi Isra.
Peraih Bung Hatta Anti Corruption Award ini, bersama hakim MK lainnya, sangat dibutuhkan untuk menggelorakan kembali marwah pemberantasan korupsi di Indonesia.
Baca juga : Tenang, Semua Bisa Diatur
Dalam salah satu tulisannya di awal 2017, Saldi menyatakan, “Ibarat labirin, korupsi menjadi virus perusak yang terus membelit dan melilit sekujur tubuh Indonesia”.
“Sekalipun telah disuntikkan berbagai vaksin guna menghentikan dan sekaligus mengurangi lajunya”, tulis Saldi, “hingga pengujung tahun 2016 belum terlihat tanda-tanda praktik korupsi berkurang”.
Baca juga : NZ, India Dan Indonesia
Itu tahun 2016. Saat itu, KPK dinilai masih kuat dan gagah. Bagaimana sekarang?
Di tangan hakim MK, arah pemberantasan korupsi, juga nasib demokrasi Indonesia akan diputuskan. Ini tidak main-main. Sangat serius. Kita menunggu dua hari lagi. Di situ akan tergambar wajah dan arah Indonesia ke depan. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.