Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Kita mesti bersyukur, jumlah orang yang terpapar Covid-19 sejak dua pekan terakhir terus menurun. Bahkan sepekan terakhir ini, angka penularan Covid-19 rata-rata sudah berada di bawah 5.000 kasus per hari.
Tapi karena pandemi Covid ini belum berakhir, kita tak boleh lengah. Justru sebaliknya, penerapan protokol kesehatan (prokes) mesti diperketat. Vaksinasi harus dikebut.
Baca juga : Ayo Sita Harta Pejabat Korup
Kita berharap, vaksinasi lansia dan pelajar digenjot supaya angka penularan Covid tak naik lagi dan kekebalan kolektif terbentuk lebih cepat.
Oleh karena itu, kegiatan vaksinasi pelajar yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) di sekolah-sekolah dan pesantren secara serentak di 10 provinsi perlu dicontoh pemda provinsi, kota dan kabupaten.
Baca juga : Bupati Gemar Terima Suap
Presiden Jokowi didampingi Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, Kamis (16/9) lalu meninjau langsung vaksinasi pelajar dan santri di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Jokowi mengapresiasi inisiatif BIN yang dipimpin Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan menggelar vaksinasi pelajar dan santri di berbagai daerah dengan cara mendatangi langsung sekolah-sekolah dan pesantren.
Baca juga : Gotong Royong Atasi Pandemi
Setelah divaksinasi, para pelajar dan santri diberi bantuan vitamin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.