Dark/Light Mode

Kebut Vaksinasi Anak Sekolah

Sabtu, 6 November 2021 07:07 WIB
KIKI ISWARA DARMAYANA
KIKI ISWARA DARMAYANA
Wartawan Senior

 Sebelumnya 
Untuk mencegah kemungkinan munculnya kluster sekolah, pertama, para siswa dan guru yang mengikuti PTM terbatas wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kedua, PTM terbatas sebaiknya hanya diikuti siswa dan guru yang sudah divaksinasi lengkap.

Kita berharap, dinas pendidikan, dinas kesehatan, kantor kementerian agama kabupaten/kota mengawasi secara langsung sekolah-sekolah dan madrasah yang melakukan PTM terbatas. Apakah, mereka sudah menerapkan protokol kesehatan dengan benar atau belum?

Baca juga : Waspada, Covid Bisa Ngamuk Lagi

Kalau ada siswa atau pendidik yang mengabaikan protokol kesehatan di sekolah, pihak pengawas Covid harus memberikan teguran atau peringatan.

Ini penting untuk mencegah penularan Covid di sekolah. Sebab, sekali terjadi penularan, bisa menyebar jadi kluster sekolah.

Baca juga : Stop Korupsi Infrastruktur

Kita juga berharap vaksinasi anak usia 12-17 tahun di kota-kota kecil dan pedesaan dipercepat. Mereka ini adalah para siswa SMP, SMA dan SMK yang sebagian besar sudah mengikuti PTM terbatas.

Sekarang ini memang pemerintah masih fokus mengejar target vaksinasi lansia. Tapi seiiring dengan makin banyaknya pasokan vaksin, maka vaksinasi anak sudah saatnya dikebut.

Baca juga : Dongkrak Lagi Ekonomi Rakyat

Kita berharap, akhir Juni 2022 sekitar 60 persen siswa SD, SMP, SMA dan SMK secara merata sudah divaksinasi.

Kalau vaksinasi lansia bisa dipercepat, vaksinasi anak bisa dikebut, kita berharap ke depan, tak akan terjadi lagi lonjakan angka penularan Covid atau munculnya kluster sekolah. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.