Dewan Pers

Dark/Light Mode

200 Pecatur Bakal Ramaikan Turnamen JAPFA 2021

Sabtu, 4 Desember 2021 20:35 WIB
Ketua Pengprov Percasi Kalteng Agustiar Sabram VS GM Susanto Megaranto yang disaksikan Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto. (Foto: Istimewa)
Ketua Pengprov Percasi Kalteng Agustiar Sabram VS GM Susanto Megaranto yang disaksikan Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekitar 200 pecatur dari 28 provinsi akan meramaikan Turnamen catur bertaraf internasional JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Sabtu (4/12).

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) GM Utut Adianto secara resmi membuka turnamen catur bertaraf internasional tersebut  

"Beberapa Ketua Pengprov (Percasi) hadir dan juga hampir semua top player kita bertanding. Jadi ini adalah turnamen FIDE Rated yang bakal menambah rating pecatur Indonesia," kata Utut usai membuka JAPFA FIDE RATED Chess Tournament, Sabtu (4/12).

Berita Terkait : Adu Penalti, Bajol Ijo Muda Juara Tiga MEPA U-18

Dari jumlah peserta yang hadir, tiga di antaranya memiliki gelar Grand Master (GM) yakni, GM Cerdas Barus, GM Susanto Megaranto, dan GM Novendra Priasmoro.

Selain itu, peserta dengan gelar Internasional Master (IM) empat orang yakni, Suhendra Andi Supardi, Purnama Tirta Chandra, Andyka Pitra, dan Tarigan Gilbert Elroy.   

Selain itu juga hadir belasan peserta dengan gelar FIDE Master (FM) dan Women FIDE Master (WFM). Utut berharap turnamen ini dapat lebih menggairahkan olahraga catur, khususnya turnamen-turnamen klasik.  

Berita Terkait : 500 Atlet Bakal Tarung Di Indonesia Wushu All Games 2021

JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021 merupakan turnamen yang menggunakan sistem Swiss 9 Babak. Ajang ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp 110.500.000.  

Upaya untuk melahirkan Grand Masters baru terus dilakukan PB Percasi bersama dengan JAPFA dengan melaksanakan turnamen-turnamen yang bermutu.

Meskipun catur merupakan olahraga yang diminati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, bahkan kini berkembang pula menjadi olahraga yang prestisius, namun dalam perjalanannya selama 71 tahun, ternyata dunia catur Indonesia hanya memiliki sepuluh bintang.
 Selanjutnya