Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
RM.id Rakyat Merdeka - Daniil Medvedev merasa terbebani sekaligus termotivasi, karena akan mengawali turnamen pertamanya dengan status baru, sebagai petenis peringkat satu dunia di ATP Masters Indian Wells, Amerika Serikat pada pekan ini.
“Ada banyak tekanan bermain sebagai petenis nomor satu dunia. Tapi, saat bersamaan banyak motivasi,” aku Medvedev.
Baca juga : Medvedev Ngarep Bisa Kibarkan Bendera Rusia
Petenis Rusia itu merasa semakin dewasa setelah kekalahannya dari Rafael Nadal di final Australian Open. Dia mengomentari momen ketika dia didenda 12 ribu dolar AS karena mengomeli wasit selama pertandingan semifinal melawan Stefanos Tsitsipas. Ia mengatakan, tindakannya itu didorong rasa kecewa.
“Kejadian itu membuat saya dewasa, Australian Open. Saya sadar masih banyak yang perlu dibenahi dalam diri saya,” ujar petenis 26 tahun itu.
Baca juga : 1 Trofi Lagi, Medvedev Geser Djokovic Dari Peringkat Nomor Wahid Dunia
Ketika Medvedev mengawali Indian Wells dengan status nomor satu dunia nanti, dia justru tidak bisa menampilkan bendera negaranya setelah otoritas tenis mengeluarkan aturan bahwa pemain Rusia dan Belarus tidak dapat bertanding di bawah nama dan bendera negaranya karena invasi Ukraina.
Dia sebetulnya memiliki kesempatan merayakan status barunya dengan sebuah gelar juara di Mexico Open, Acapulco, namun dia justru kembali gagal meraih trofi usai dihentikan Nadal di final.
Baca juga : Swiss Belresort Dago HeritageTawarkan Berbagai Promo Nataru
Kedua pemain itu berpotensi bertemu lagi di semifinal Indian Wells, di mana Djokovic absen karena belum melakukan vaksin dan adanya peraturan perjalanan di masa pandemi Covid-19 dari pemerintah AS.
Lebih lanjut, Medvedev menyerukan pesan perdamaian saat perang masih berkecamuk hingga hari ke-15 di Ukraina. “Pesan saya tetap sama, saya ingin perdamaian di seluruh dunia. Semua petenis akan berkata demikian,” demikian AFP. [KW]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya