Dark/Light Mode

Liga Inggris

Fans Chelsea Kena Semprot

Rabu, 16 Maret 2022 07:00 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: Reuters).
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: Reuters).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Inggris meminta fans Chelsea tak lagi mengelu-elukan Roman Abramovich. Pria asal Rusia itu dianggap tak lagi pantas jadi idola.

Diketahui, belakangan ini fans Chelsea terus menyanyikan nama “Abramovich” di setiap laga dalam dua pekan ini. Terakhir, saat menghadapi Newcastle United di Stamford Bridge akhir pekan kemarin.

Nyanyian itu dikumandangkan fans The Blues sebagai bentuk dukungan kepada Abramovich. Sebab, Pemerintah Inggris belum lama ini telah membekukan seluruh aset pengusaha itu, sebagai dampak dari invasi militer Rusia ke Ukraina.

Baca juga : Jurnalis Inggris Terluka Dalam Perang Ukraina, Kondisinya Serius

Abramovich dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sehingga layak disalahkan karena gagal mencegah terjadinya invasi yang sudah berlangsung sejak tiga pekan terakhir. Pembekuan ini juga dimaksudkan agar The Blues tidak terseret lebih dalam di konflik antar negara tetangga itu.

Sayangnya, belum sempat menjual seluruh aset, Abramovich keburu disanksi Pemerintah Inggris. Seluruh asetnya di negara itu dibekukan, sehingga Chelsea tidak lagi bisa menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Nasib Chelsea bahkan semakin suram setelah Barclays, bank terbesar di Inggris, memblokir rekening klub serta kartu kredit pegawainya. Chelsea jadi seolah sedang dibunuh perlahan lewat pemberian sanksi ini.

Baca juga : Wenger Kasih Arteta Jempol

Tak heran bila fans Chelsea geram dengan tindakan Pemerintah Inggris yang dianggap semena-mena. Apalagi Abramovich selama ini dikenal loyal kepada klub, tapi dipaksa pergi karena adanya konflik antara Rusia dengan Ukraina.

Namun, dukungan fans ke Abramovich lewat nyanyian di setiap laga justru kena “semprot” Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Menurutnya, dukungan itu sudah salah kaprah dan fans Chelsea harus menghentikannya saat ini juga.

Sebab, Abramovich dianggap punya andil dalam keputusan Rusia menyerang Ukraina, mengingat dia ada dalam lingkaran Putin. “Kami paham sekali bagaimana perasaan orang-orang di klub itu. Tapi bukan berarti mereka bisa membiarkan kekejaman terjadi begitu saja,” kata Juru Bicara PM Inggris seperti dikutip dari Sky Sports, kemarin.

Baca juga : Pria Kongo Nikahi 3 Wanita Kembar

“Saya rasa mereka bisa menunjukkan dukungan dan hasrat kepada klub, tanpa membawa-bawa persoalan itu (Rusia menginvasi Ukraina),” imbuhnya.  [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.