Dark/Light Mode

RM.id Rakyat Merdeka - MotoGP 20192 sudah memasuki paruh musim. Dari sembilan balapan, Fabio Quartararo, si anak baru di kelas tertinggi kali ini, bisa melesat dan mengejutkan.
Pekan lalu, race MotoGP Jerman digelar. Dalam balapan itu, Marc Marquez keluar sebagai pemenang, sekaligus mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara dengan 185 poin.
Baca juga : Rossi Mau Buang Sial di GP Jerman
Bukan kejutan jika Marquez yang menonjol di paruh pertama. Adalah Quartararo, rider Petronas Yamaha SRT, yang justru menjadi sorotan lantaran mampu tampil oke dan mengganggu hegemoni rider papan atas lainnya, kendati berstatus anak baru (rookie) di MotoGP 2019.
Dari sembilan race, Quartararo sudah meraih dua kali podium. Pertama ketika finis kedua di MotoGP Catalunya, dan kemudian meraih podium ketiga di MotoGP Belanda. Di seri Jerman, rider asal Prancis itu terjatuh.
Baca juga : Lorenzo Cedera, Bradl Jadi Andalan
Kini, Quartararo sementara bercokol di peringkat delapan dengan raihan 67 poin, lebih baik dari Mir di posisi ke-13 dengan 39 poin, Oliveira di posisi 18 dengan 15 poin, dan Bagnaia, murid Valentino Rossi, di peringkat ke-21 dengan baru mendulang 11 poin.
Performa Quartararo terbukti membuat Marquez terpancing mengomentarinya. Sang juara bertahan menilai, rider kelahiran Nice, Prancis, 20 April 1999 itu bisa merepotkan di paruh kedua musim.
Baca juga : Marquez Buru Gelar Kesepuluh
“Saat ini yang harus dikalahkan keduanya (bersama Andrea Dovizioso –rider Du- cati) adalah Yamaha, Vinales dan Quartararo, menurut saya mereka akan jadi yang tercepat di paruh kedua musim," katanya. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.