Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bedah Kekuatan Grup A

Tim Pemburu Gelar Perdana

Jumat, 5 Agustus 2022 07:00 WIB
Timnas Belanda. (Foto: AFP).
Timnas Belanda. (Foto: AFP).

RM.id  Rakyat Merdeka - Persaingan di Grup A Piala Dunia 2022 bakal seru. Pasalnya, keempat negara sedang berburu gelar pertama di pentas sepak bola tertinggi tersebut.

Beberapa tim penghuni Grup A Piala Dunia 2022 menarik untuk diikuti perjalanannya selama turnamen. Di antaranya, Qatar, tuan rumah akan bersaing dengan Ekuador, Senegal dan Belanda.

Yang menarik, keempat negara ini memiliki kesamaan sebagai tim yang belum pernah membawa pulang gelar Piala Dunia. Namun, keempatnya juga memiliki peluang menjadi kuda hitam yang bisa melaju jauh dari prediksi.

Dengan kekuatan tim, keempat negara di Grup A bisa menjadi penantang gelar yang serius pada Piala Dunia tahun ini.

Qatar menorehkan sejarah sebagai Negara Arab pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Piala Dunia 2022 sekaligus menjadi partisipasi pertama Timnas Qatar di ajang tersebut.

Meski berstatus tim debutan, status Qatar sebagai salah satu tim terkuat di Asia, tidak bisa diremehkan.

Berita Terkait : Tim Ayam Jantan Keluar Dari Kutukan

Tim berjuluk The Maroons itu berpartisipasi di sembilan edisi Piala Asia dan memenangkannya sekali pada 2019.

Dilatih oleh Felix Sanchez yang memiliki pengalaman menukangi tim muda Barcelona, Timnas Qatar bisa memanfaatkan status tuan rumah untuk mengejutkan para lawan.

Untuk Piala Dunia 2022, Qatar masih akan diperkuat oleh kapten sekaligus pencetak gol terbanyak, Hassan Khalid AlHaydos.

Qatar juga masih memiliki bek sayap kiri andalan mereka, Abdelkarim Hassan, yang memenangi gelar Pemain Terbaik Asia 2018. The Maroons memiliki modal besar menjadi tuan rumah yang bisa menantang para pemenang Piala Dunia terdahulu.

Pesaing lainnya, Ekuador, baru tiga kali berpartispasi di ajang Piala Dunia. Prestasi terbesar Ekuador di ajang empat tahunan FIFA ini baru sebatas lolos ke babak 16 besar pada 2006.

 

Namun, laju Ekuador pada Piala Dunia 2022 patut disimak, karena mereka sudah menjadi kuda hitam saat Kualifikasi Zona Conmebol.

Berita Terkait : Keren, IPB Bikin Baju Anti Peluru Dari Limbah Sawit

Ekuador mampu finish di urutan ke-4, memastikan mereka lolos langsung tanpa harus memainkan play-off.

Tim berjuluk La Tri ini hanya kalah dari negara-negara Conmebol yang pernah menjuarai Piala Dunia seperti Brazil, Argentina, dan Uruguay. Di bawah komando Gustavo Julio Alvaro, Ekuador siap kembali menyulitkan lawan-lawannya di Grup A.

Sementara, Senegal tengah menikmati masa keemasannya dengan kehadiran para pemain bintang, seperti Edouard Mendy, Kalidou Koulibaly dan Sadio Mane.

Generasi para pesepak bola top ini mampu menghadirkan gelar Piala Afrika bagi Senegal pada 2021. Trofi PialaAfrika 2021 menegaskan status Senegal sebagai salah satu unggulan Grup A.

Dalam sejarahnya, tim berjuluk The Lions of Teranga ini terhitung masih hijau di Piala Dunia. Senegal baru dua kali berpartisipasi, yakni pada edisi 2002 dan 2018.

Pada Piala Dunia 2002, Senegal mampu melaju hingga babak perempat final dan menjadi prestasi terbaik mereka sejauh ini. Tim asuhan Aliou Cisse kini dibebani ekspektasi untuk melaju lebih jauh berkat kehadiran sejumlah pemain bintang.

Berita Terkait : Memelihara Qana`ah

Di antara keempat tim di Grup A, Timnas Belanda memiliki pengalaman yang lebih kaya di Piala Dunia. Tim berjuluk De Oranje tersebut sudah 10 kali berpartisipasi di ajang ini, bahkan tiga kali melaju ke partai final.

Namun, tiga final yang dilakoni Belanda pada Piala Dunia 1974,1978, dan 2010 selalu gagal berbuah juara.

Kondisi tersebut membuat Belanda kerap dijuluki sebagai tim spesialis runner-up. Belanda sempat mengalami naik turun performa dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah gagal tampil di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2022.

Periode terburuk tersebut telah berakhir, dan kini De Oranje siap mengembalikan nama besar mereka.

Virgil van Dijk akan membuktikan kepemimpinannya sebagai kapten, yang dibantu sejumlah nama besar seperti Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong dan Memphis Depay.

Louis van Gaal sebagai pelatih kawakan sudah mengetahui karakteristik kuat timnya untuk membawa Belanda menjadi salah satu unggulan Piala Dunia lagi. ■