Dark/Light Mode

Supersoccer Arena Diresmikan, Momentum Bangkitkan Sepak Bola Putri Indonesia

Senin, 4 September 2023 09:40 WIB
Penandatangan prasasti peresmian Supersoccer Arena oleh President Director Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono, disaksikan  Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria, Vice President AFC Maaike Ira Puspita, Director FIFA Women Football Asia Simon Antoine Toselli, Bupati Kudus HM Hartopo, Ketua Umum ASBWI Nadalsyah dan EXCO PSSI Pieter Tanuri. (Foto: Djarum Foundation)
Penandatangan prasasti peresmian Supersoccer Arena oleh President Director Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono, disaksikan Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria, Vice President AFC Maaike Ira Puspita, Director FIFA Women Football Asia Simon Antoine Toselli, Bupati Kudus HM Hartopo, Ketua Umum ASBWI Nadalsyah dan EXCO PSSI Pieter Tanuri. (Foto: Djarum Foundation)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah sukses mengembangkan bulutangkis, Bakti Olahraga Djarum Foundation kini akan membantu menggerakkan ekosistem sepak bola putri. Khususnya pelajar di tingkat sekolah dasar, yang kelak dapat melahirkan talenta-talenta berbakat dan mengharumkan nama bangsa di level dunia. Upaya tersebut dilakukan dengan mendirikan stadion olahraga bernama Supersoccer Arena, di Rendeng, Kudus, Jawa Tengah.

Peresmian Supersoccer Arena dilakukan President Director Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono, Minggu (3/9). Dalam kesempatan tersebut, Victor mengatakan, tujuan utama dibangunnya Supersoccer Arena ialah guna menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola putri dan juga memutar roda ekosistem olahraga tersebut di Tanah Air agar lebih berkembang.

Selain sepak bola putri, stadion tersebut juga digunakan untuk membina olahraga panahan dan atletik usia dini. Lebih dari itu, seperti halnya yang sudah dilakukan Djarum Foundation dan PB Djarum di dunia bulutangkis, ia berharap kelak akan lahir srikandi-srikandi sepak bola putri yang bisa mengharumkan Indonesia di panggung dunia.

“Supersoccer Arena didedikasikan oleh Djarum Foundation bagi pemassalan dan pengembangan sepak bola putri di Tanah Air khususnya di Kudus. Kami melihat, ekosistem olahraga ini memiliki potensi besar yang harus dikembangkan bersama-sama dengan seluruh stakeholder yang sangat mencintai olahraga ini demi satu gol utama yakni mengantar Timnas Putri Indonesia ke level dunia," ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Senin (4/9).

Peresmian turut disaksikan Bupati Kudus HM Hartopo, Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria, Vice President AFC Maaike Ira Puspita, Director FIFA Women Football Asia Simon Antoine Toselli, CEO Persib Bandung Yoyo S Adireja, serta sejumlah pimpinan klub sepak bola papan atas di Tanah Air.

Baca juga : Relawan Mas Bowo Gelar Senam Sehat Dan Bagikan Sembako Di Jabar

"Tak hanya sepak bola putri, stadion ini juga mendukung berbagai cabang olahraga lainnya seperti nomor-nomor atletik dan panahan, yang tentunya bisa dipakai oleh generasi muda, termasuk atlet-atlet PB Djarum berlatih fisik,” tambahnya.

Berdasarkan laporan yang dirilis FIFA pada tahun ini, Timnas Sepak Bola Putri Indonesia berada di peringkat 99 dunia, dengan total pemain profesional berjumlah 994 atlet. Sementara, Vietnam sebagai sebagai negara ASEAN dengan posisi tertinggi di ranking FIFA berada di posisi 33. Negeri Naga Biru tersebut memiliki total 355 atlet profesional di cabang olahraga sepak bola putri.

“Dengan demikian, sekarang adalah waktunya kita mencari bakat, mengasah kemampuan hingga memfasilitasi para atlet melalui kompetisi berjenjang sehingga kelak lahir srikandi-srikandi yang akan membela Indonesia,” lanjut Victor.

Supersoccer Arena mulai dibangun pada 23 Mei 2022 di atas tanah seluas 35.326 meter persegi dengan luas bangunan 8.002 meter persegi. Stadion ini memiliki dua lapangan, dengan rincian satu lapangan utama berukuran 68 x 105 meter untuk lapangan sepak bola dan lapangan pendukung dengan dimensi 30 x 60 meter yang digunakan bagi olahraga panahan dan mini soccer. Di atas lapangan ‘ditanam‘ rumput sintetis mengikuti standar FIFA dengan tribun penonton berkapasitas 1.100 orang yang dilengkapi toilet bagi penyandang disabilitas.

Director FIFA Women Football Asia Simon Antoine Toselli memberi apresiasi positif terhadap upaya yang dilakukan Djarum Foundation guna menggerakkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia melalui pembangunan stadion dan juga penyelenggaraan turnamen di level akar rumput seperti MilkLife Soccer Challenge.

Baca juga : PDIP: Deklarasi Anies-Imin Malah Untungkan Ganjar Pranowo

“Pembangunan fasilitas seperti stadion dan juga penyelenggaraan kompetisi di level pemula ini merupakan langkah yang tepat dalam upaya membangun ekosistem sepak bola putri di negara ini. Saya berharap, kegiatan ini bisa menimbulkan efek positif yang sangat besar dan membuka mata banyak pihak untuk bersama-sama mendukung pengembangan sepak bola putri. Saya yakin dengan banyak kontribusi seperti yang dilakukan oleh Djarum Foundation, hal tersebut bisa terwujud,” ucap Simon.

Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria menuturkan, upaya yang dilakukan Djarum Foundation menjadi dukungan positif bagi federasi guna memasyarakatkan sepak bola putri di Tanah Air.

“Seperti kita ketahui bahwa pembinaan level di putri hanya di beberapa provinsi saja start di U-15. Sehingga upaya yang dilakukan Djarum Foundation dengan melakukan pembinaan yang sinergi dengan sekolah dan cakupan yang besar dengan satu tujuan mengenalkan sepak bola putri ini merupakan langkah yang sangat baik. Kita sama-sama berharap, dari sini bisa lahir atlet sepak bola yang bisa membawa Indonesia berlaga di Piala Dunia Wanita,” ujar dia.

Perihal pentingnya kompetisi sepak bola putri berjenjang yang disebutkan Victor Hartono, bersamaan dengan peresmian Supersoccer Arena juga diselenggarakan final MilkLife Soccer Challenge Batch 2. Turnamen ini merupakan kompetisi lintas SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang berasal dari Kudus, Jepara, Rembang dan Pati. MilkLife Soccer Challenge Batch 2 digelar sejak 28 Agustus 2023 yang diikuti tak kurang dari 2.100 siswi dari 106 sekolah yang bertanding di dua kelompok usia yakni U-12 dan U-10. Pada partai final, SDUT Bumi Kartini Jepara keluar sebagai juara untuk kategori U-10, sementara kampiun U-12 diraih oleh SD 2 Rendeng, Kudus.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge sejalan dengan upaya menumbuhkan minat dan mengasah bakat para siswi agar lebih mencintai sepak bola putri.

Baca juga : Posko Nasional Diresmikan, Relawan Bertekad Bulat Menangkan Anies

“Tentunya kami berharap, melalui turnamen ini dapat lahir bibit-bibit yang memiliki bakat mumpuni yang kelak bisa berjuang bagi Indonesia di panggung dunia. Di samping itu juga semoga turnamen ini membantu roda ekosistem agar para stakeholder sepak bola bersama-sama bergerak memajukan sepak bola putri di Indonesia,” kata Yoppy.

Setelah sukses diselenggarakan, MilkLife Soccer Challenge 2023 akan berlanjut ke batch 3 yang diagendakan bergulir pada akhir tahun di Supersoccer Arena, Kudus. Sementara itu, pada 2024, MilkLife Soccer Challenge juga akan menggaet para talenta-talenta muda pesepak bola putri di kota Jawa Tengah lainnya, mulai dari Solo Raya, Semarang, hingga DI Yogyakarta.

Selain penyelenggaraan MIlkLife Soccer Challenge, peresmian Supersoccer Arena juga dimeriahkan dengan exhibition match yang mempertemukan Persis Women vs Persib Women. Pertandingan seru dan menegangkan yang berlangsung selama 2x20 menit tersebut dimenangkan oleh Persis Solo Women 2-0 dan berhak meraih hadiah sebesar Rp 30 juta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.