Dark/Light Mode

Memperihatinkan, Banyak Induk Olahraga Belum Taat Aturan Soal Laporan Keuangan

Kamis, 19 Desember 2019 05:24 WIB
Kepala Bagian Prestasi Olahraga Internasional/ Pejabat Pembuat Komitmen Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP PON) Yayan Rubaeni usai acara Bimbingan Teknis Induk Cabang Olahraga Pada Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/12). (Foto : Danu/RM)
Kepala Bagian Prestasi Olahraga Internasional/ Pejabat Pembuat Komitmen Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP PON) Yayan Rubaeni usai acara Bimbingan Teknis Induk Cabang Olahraga Pada Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/12). (Foto : Danu/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Bagian Prestasi Olahraga Internasional/ Pejabat Pembuat Komitmen Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PP PON) Yayan Rubaeni menyayangkan masih banyaknya Induk Cabang Olahraga (PB) olahraga yang belum taat aturan dalam laporan keuangan. 

Ini terkait penyelesaian laporan keuangan yang lamban dan masih membayar gaji atlet dengan cara manual.

"Sebetulnya soal dua hal ini sudah kami himbau dari awal tahun. Baik soal pelaporan dan penyaluran gaji bagi atlet harus melalui transfer. Tapi masih ada saja PB yang nakal, dan ini sangat kami sayangkan," kata Yayan usai acara Bimbingan Teknis Induk Cabang Olahraga Pada Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/12).

Baca juga : Pak Menteri, Kenapa Kita Belum Terapkan Jaringan 5G?

Yayan mengatakan terkait dua masalah tersebut, pihaknya sengaja mengumpulkan seluruh bendahara atau bagian administrasi dari 65 induk cabang olahraga yang telah menerima fasilitas dana pelatnas dari kemenpora tahun 2019 di acara tersebut.

Tujuannya untuk mencari tahu kekurangan apa yang perlu dipenuhi berdasarkan keterangan dari masing-masing perwakilan cabor.

"Pertemuan ini juga bagian dari upaya kita melakukan evaluasi terhadap pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh cabor. Sebab, berdasarkan laporan yang kami terima, penyerapan anggaran mereka sudah mencapai 70 persen," ujarnya.

Baca juga : Berkas Perkara Suka Bolak-Balik, Kejaksaan Sering Dilaporkan Ke Ombudsman

Yayan berharap, melalui kegiatan ini para PB dapat segera menyelesaikan laporan keuangan ke Kemenpora sebelum tanggal 31 Desember, atau batas akhir penyerahan. Sebab, andai hal tersebut tidak dilakukan, bisa berdampak buruk pada proses pembinaan atlet.

"Kalau lewat dari tanggal tersebut tentu akan menjadi catatan khusus bagi kami. Karena berdasarkan konsekuensi yang sudah dilakukan di tahun 2019, ada beberapa cabor yang belum menyelesaikan laporan 2018, maka sesuai MoU penyaluran dananya tertunda sampai pertengahan tahun. Kalau ini terjadi kan kasihan atletnya," tutur Yayan.

Oleh sebab itu, Yayan kembali menghimbau kepada seluruh PB untuk fokus dan memperhatikan masalah tersebut. "Makanya, nanti semua perwakilan PB akan kami tanya satu-satu, apa kendala dalam menyusun laporan. Kami siap bantu dam beri petunjuk. Laporan itu sudah harus kami terima 100 persen sebelum tanggal 31 Desember," tegasnya.

Baca juga : Pemerintah Batasi Truk Barang Saat Nataru

Soal masih adanya PB yang membayar gaji atlet, pelatih dan asisten pelatih, Yayan meminta hal tersebut tidak terulang lagi. "Pokoknya ada masih ada beberapa cabor yang membayar gaji atlet dengan cash. Harusnya transfer. Karena bukti transfer itulah yang nanti jadi lampiran SPJ. Hal ini tentu saja saya harap tidak boleh lagi terjadi," kata Yayan yang enggan mengungkap PB mana saja yang masih menggaji atlet dengan cara cash.

Sekedar informasi, total anggaran yang dikeluarkan Kemenpora untuk memfasilitasi 65 cabor yang dipersiapkan untuk Sea Games, Asean Games, Olimpiade, Paragames, dan Paraolimpik mencapai Rp386 milliar.

Jumlah tersebut dibagi untuk 45 cabor persiapan untuk yang normal dan 16 cabor untuk para games. Untuk atlet normal sendiri alokasi anggaran yang diberikan sebesar 266, 2 milliar. Sedangkan untuk  untuk cabor paragames yang jumlahnya 16 cabor sekitar 119 miliiar. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.