Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Liga Belanda resmi menghentikan musim kompetisi karena wabah virus corona. Liga Inggris bisa mengalami hal serupa. Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) memutuskan menghentikan Eredivisie pada Sabtu (25/4/2020).
Keputusan itu diambil setelah melihat tidak adanya kemungkinan untuk menyelesaikan sisa pertandingan, usai Pemerintah Belanda melarang kegiatan berskala besar hingga 1 September mendatang. Selain menyetop kompetisi musim ini, Liga Belanda juga memutuskan meniadakan gelar juara, degradasi dan promosi.
Baca juga : Presiden Minta Alat Kesehatan Tak Diekspor Semua
Ajax Amsterdam yang memuncaki klasemen hingga pekan ke26 terpaksa gagal merebut trofi Eredivisie. Presiden KNVB, Just Spee, berbicara tentang keputusan penyetopan Liga Belanda. Menurutnya, saat ini memang sangat sulit untuk bisa melanjutkan 8-9 pertandingan tersisa di tengah pandemi. Spee juga ikut berpendapat soal kelangsungan liga-liga lain di Eropa semisal Liga Inggris. Ia sangat ragu bila Premier League bisa dilanjutkan kembali.
“Sangat sulit. Pada saat yang sama saya tahu bahwa apa yang terbaik buat kami. Kami semua sebagai pesepakbola jelas ingin bermain dan itu berlaku untuk semua rekan saya di seluruh dunia,” ujar Spee, dilansir dari BBC. “Di Inggris juga tidak berbeda, sehingga mereka masih berpegang pada harapan selama itu masih ada. Namun sekali lagi, kita melihat bagaimana perkembangannya. Apakah itu realistis? Pada akhirnya bisa saja tidak, tetapi kita akan lihat,” dia menambahkan.
Baca juga : PGN Grup Layani Kebutuhan Gas Proyek Balongan
Sejujurnya Spee menyebutkan, melihat apa yang terjadi dan melihat bahwa segalanya mesti ditunda dari minggu ke minggu, seberapa realistisnya itu dalam tiga atau empat pekan ke depan, kondisi di Inggris takkan jauh berbeda dengan di Belanda.
Sementara itu striker Liverpool, Mohamed Salah, mempunyai pengalaman buruk soal penghentian liga. Pemain asal Mesir itu sebelumnya pernah merasakan penghentian kompetisi pada tahun 2012. Saat itu dia masih membela klub Al Mokawloon di Liga Mesir. Liga Mesir musim 2011/2012 dihentikan karena insiden kerusuhan di Stadion Port Said ketika laga antara Al-Masry melawan Al-Ahly pada Februari 2012.
Baca juga : Perubahan Teknologi Buat Pasar Kerja Bertransformasi
Keributan antar penonton saat itu menewaskan 74 orang dan 1.000 lainnya luka-luka. Insiden tersebut juga menjadi titik balik dalam karier sepakbola Salah, yang saat itu masih berusia 19 tahun. Liga yang dihentikan membuat timnya batal terdegradasi. Namun Salah lebih memilih pindah ke Eropa bersama klub Swiss, FC Basel. Lalu kemudian berpindah-pindah mulai dari Chelsea, Fiorentina, Roma, dan Liverpool.
Eks rekan setim Salah di Al Mokawloon, Mohamed El Akabawy, menyebut keputusan Salah untuk menerima tawaran Basel saat itu sudah tepat. Meski begitu, dia juga terkenang dengan saat penghentian Liga Mesir 2011/2012. El Akabawy yakin Salah akan kecewa berat jika gagal memberikan gelar Liga Inggris musim ini kepada Liverpool. “Salah seperti Messi di Barcelona, dia adalah ikon buat Liverpool dan para penggemarnya. Saya yakin Salah akan hancur hatinya jika dia gagal meraih gelar tersebut,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya