Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Heboh Hoaks Perusahaan Singapura yang Hendak Beli Newcastle
Sabtu, 22 Agustus 2020 21:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan asal Singapura yang hendak mengakuisisi saham klub sepak bola Newcastle United, Bellagraph Nova Group (BN Group), tersandung persoalan serius. Sejumlah media dunia memberitakan praktik pemalsuan informasi yang dilakukan perusahaan asal Singapura tersebut dalam mendongkrak citra perusahaan.
Kantor berita Reuters menemukan sejumlah keganjilan tentang perusahaan tersebut. Ada sejumlah klaim informasi tentang BN Group yang ternyata merupakan informasi palsu alias hoaks.
Reuters juga melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi untuk memastikan informasi mengenai identitas perusahaan yang ternyata tidak konsisten. Salah satu hoaks yang dilakukan adalah mengedit foto mantan presiden Amerika Barack Obama dengan sejumlah eksekutif perusahaan dengan latar tulisan BN Group.
Baca juga : Transformasi Perpustakaan Turut Dorong Ciptakan Masyarakat Sejahtera
Ternyata foto yang diklaim sebagai pertemuan antara Obama dengan eksekutif perusahaan asal Singapura adalah hasil rekayasa digital. Foto yang awalnya terpampang di laman resmi BN Group sontak dihapus ketika Reuters mencoba mengklarifikasi keaslian gambar tersebut.
Perwakilan BN Group Nereides Antonio Giamundo de Bourbon mengakui bahwa foto Obama itu adalah hasil editan. Bourbon berkilah yang mereka lakukan bukan untuk tujuan kejahatan.
"Kami adalah sekumpulan orang yang memiliki keseriusan (dalam berbisnis). Satu-satunya hal yang ambigu hanyalah soal Photoshop itu. Tapi tak ada maksud kejahatan di baliknya," kata Bourbon seperti dilansir Reuters.
Baca juga : Wapres Minta Penyerapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Dikebut
Namun keseriusan BN Group sebagai perusahaan dipertanyakan mengingat temuan Reuters di lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Paris.
Otoritas di Paris memastikan tak ada nama BN Group teregistrasi di kawasan itu. Lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Place Vendome juga ternyata tak akurat. Setelah lokasi itu dikunjungi Reuters, tidak ditemukan perusahaan bernama BN Group.
Selain itu perusahaan teknologi finansial Hydra X yang disebut BN Group sebagai salah satu entitas perusahaan dan menjalankan trading di bursa Singapura, membantah klaim tersebut. Hal ini diperkuat dengan pernyataan otoritas bursa Singapura.
Baca juga : Siapa Yang Berani Cemari Pantai Kepulauan Seribu
Temuan Reuters tentang praktik negatif perusahaan Singapura itu sontak mengancam terlaksananya jual beli saham Newcastle United. Sebelumnya BN Group berencana mengambil alih saham klub Liga Primer Inggris tersebut.
Selepas temuan media soal praktik negatif yang dilakukan BN Group kini sejumlah fan Newcastle United menolak juga klub mereka diambil-alih perusahaan yang tidak memiliki asal usul yang jelas. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya