Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Penundaan Liga Indonesia

PSSI Jangan Lepas Tangan

Senin, 2 November 2020 07:06 WIB
Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi. (Istimewa)
Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Manajemen Madura United FC meminta induk tertinggi sepakbola tanah air (PSSI) khususnya regulator kompetisi Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) agar memberikan solusi konkrit atas penundaan kompetisi hingga awal 2021 mendatang.

Terlebih proses penundaan kompetisi Liga 1 Musim 2020 juga dilakukan melalui sebuah pengumuman, kontras dengan hasil kesepakatan bersama sejumlah perwakilan klub pada saat pelaksanaan Manager Meeting menyikapi keberlanjutan kompetisi di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Bahkan proses menager meeting menghasilkan sebuah kesepakatan, jika kompetisi diagendakan kembali kick off pada awal November 2020.

Baca juga : Penjelasan Hasto Soal Ucapan Mega `Milenial Jangan Dimanja`

Sekalipun pada akhirnya kompetisi musim 2020 kembali molor dan dinyatakan gagal dilanjut karena izin dari kepolisian tidak keluar akibat pandemi Covid-19 dan Pilkada Serentak.

“Dari awal sikap Madura United saat jeda kompetisi pada Maret 2020, sudah meminta agar kompetisi tidak dilanjutkan. Karena perkiraan tentang pandemi (Covid-19) akan berlangsung lama,” kata Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, baru-baru ini.

Terlebih dalam beberapa kali kesempatan rapat bersama PSSI maupun PT LIB seputar status kelanjutan kompetisi, manajemen tim berjuluk Laskar Sape Kerab tetap komitmen agar kompetisi tidak dilanjutkan dengan menyarankan agar regulator fokus pada pelaksanaan kompetisi musim berikutnya.

Baca juga : Jaringan Irigasi Proyek Lumbung Pangan Kalteng Mulai Dibangun

“Saat rapat bersama PSSI tentang lanjutan kompetisi, Madura United memiliki komitmen yang sama agar kompetisi tidak dilanjutkan. Namun saat itu proses keputusan akhir dilakukan dengan voting, dan klub yang menginginkan kompetisi tidak dilanjutkan kalah jumlah suara dari klub yang ingin melanjutkan kompetisi,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tetap ansih mengikuti regulasi maupun tahapan hasil keputusan bersama tanpa sekalipun memikirkan soal boikot kompetisi.

“Jadi kalah dalam voting tidak berarti Madura United harus boikot seperti anggapan banyak orang,” tegasnya.

Baca juga : Nggak Bisa Sembarangan, Liburan Di Tengah Pandemi

“Bahkan dalam rangka menghormati keputusan bersama di PSSI, Madura United juga membuktikan dengan pelaksanaan latihan bersama sekaligus mempersiapkan tim secara serius. Karena kami memiliki keyakinan bahwa keputusan PSSI sangat serius,” sambung pria yang akrab disapa AQ.

Hanya saja keputusan PSSI yang mengajak klub kontestan serius mempersiapkan kompetisi pada akhirnya kembali gagal akibat izin dari kepolisian kembali tidak keluar.

“Tentunya kondisi ini tidak boleh hanya diselesaikan dengan sebatas pengumuman saja,” sentil AQ. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.