Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kekecewaan terhadap Video Assistant Referee (VAR) terus bermunculan. Kali ini, dari gelandang Liverpool, James Milner. Itu berawal ketika Liverpool dipaksa bermain imbang 1-1 dengan Brighton and Hove Albion pada Sabtu (28/11) lalu.
The Reds sempat unggul lebih dulu lewat gol Diogo Jota. Saat laga memasuki masa injury time, tepatnya menit ke-90+3, Brighton mampu menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Pascal Gross.
Baca juga : Ngabalin Masih Bisa Bobo Siang
Hadiah penalti itu hadir lewat keputusan VAR. Bek Liverpool, Andrew Robertson, diang- gap melanggar striker Brighton, Danny Welbeck, di kotak terlarang. Dalam tayangan ulang, Robertson terlihat menendang bawah kaki Danny Welbeck saat hendak membuang bola.
Wasit semula tak melihat in- siden itu sebagai pelanggaran. Akan tetapi, keputusan berubah setelah sang pengadil lapangan mendapat masukan dari VAR. Seusai laga, James Milner menyuarakan kemarahan- nya lewat akun Twitter pribadinya.
Baca juga : Menelusuri Makna Siyasah
Dia mengusulkan harus ada diskusi serius untuk membahas cara kerja VAR di Liga Inggris. Pemain berusia 34 tahun itu mengaku seperti kehilangan gairah pada sepak bola karena penggunaan VAR yang kerap tidak objektif.
“Ini jelas dan nyata bahwa kami membutuhkan diskusi serius tentang VAR. Tentu, bukan saya sendiri yang merasa seperti kehilangan gairah dengan olahraga ini dalam kondisi seperti sekarang,” tulisnya di Twitter. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.