Dark/Light Mode

Tim Bulutangkis Sukses Capai Target

Cipayung Evaluasi Pemain Andalan Tampil Tak Maksimal

Rabu, 4 Agustus 2021 06:02 WIB
Pasangan Hendra Setiawan dan Muhamad Ahsan. (Foto : NOC)
Pasangan Hendra Setiawan dan Muhamad Ahsan. (Foto : NOC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bangga dan bersyukur atas pencapaian tim bulutangkis Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Salah satunya sukses menyabet medali emas.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia, Rionny Mainaky. Menurutnya, skuad Garuda berhasil mempertahankan tradisi medali emas lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/ Apriyani Rahayu, juga satu medali perunggu dari tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.

“Ini berkat seluruh doa dan dukungan masyarakat Indonesia, juga semua pihak di PBSI yang sudah melayani para atlet dan pelatih dengan sangat baik, jadi mereka bisa berlatih maksimal. Saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar,” katanya.

Rionny juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan jawaban dari doa-doa yang terus mereka panjatkan. “Saya setiap hari meminta tim tidak lepas berdoa. Serahkan semua pada Tuhan. Jangan sekalipun melepaskan keyakinan pada Tuhan,” ungkap Rionny.

Berita Terkait : Rionny Mainaky: Ini Hasil Kerja Keras Dan Doa Mereka

Menyaksikan secara langsung laga final di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, pada Senin (2/8), Rionny mengaku sempat tegang. Pasalnya, Greysia/ Apriyani menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di laga final, sehingga reputasi bulutangkis Indonesia benar-benar dipertaruhkan di laga tersebut.

Meski berhasil mencapai target, tapi menurut Rionny, PBSI yang bermarkas di Cipayung, masih akan melakukan banyak evaluasi. “Kami akan melakukan evaluasi setelah ini. Kalau dilihat, pemain-pemain andalan ada yang tampil kurang maksimal. Saya paham sekali, ini karena beban dan tekanan yang tidak bisa mereka handle. Ke depan kami akan mencari cara untuk mengatasi hal-hal tersebut,” ucap Rionny.

Menurut dia, fisik juga menjadi pekerjaan rumah penting yang harus dibenahi. Selain terus mempersiapkan pemain- pemain muda untuk kepentingan regenerasi.

Sementara, Yayasan yang menaungi PB Jaya Raya, Yayasan Pembangunan Jaya Raya, menjanjikan hadiah kejutan bagi atletnya, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Keduanya mendapatkan medali emas dari nomor ganda putri cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020.

Berita Terkait : Kalahkan Wakil Korsel, Ahsan/Hendra Melaju Ke Perempat Final

Ketua Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya Raya Agus Setiadi Lukita mengatakan, prestasi keduanya adalah upaya jangka panjang dari pembibitan atlet yang dilakukan PB Jaya Raya. Agus menjelaskan, atlet harus melewati banyak fase sebelum akhirnya mendapat pencapaian tertinggi di Olimpiade.

“Komitmen kami dari awal untuk atlet yang berhasil di Olimpiade dan kejuaraan dunia ada penghargaan atau yang sekarang disebut bonus,” tutur Agus, kemarin.

Agus mengatakan, PB Jaya Raya telah mencapai usia 45 tahun pada Juli lalu dan Yayasan Pembangunan Jaya akan mencapai umur 60 tahun pada September mendatang. Sehingga momen medali emas Greysia-Apriyani menjadi kado bagi klub.

Agus mengatakan, suasana pandemi membuat banyak kegiatan terhambat, termasuk untuk latihan klub dan perekrutan pemain jadi terhambat. “Untuk membina pemain juga jadi terhambat karena tidak ada pertandingan. PPKM membuat latihan juga terhambat,” ujarnya.

Berita Terkait : Olimpiade Bulutangkis Tokyo, Kevin/Marcus Nyerah Pada Wakil Taiwan

Mengenai keberhasilan Grey- sia dan Apriyani, Agus mengemukakan, hal ini bukan karena pelatih di PBSI tetapi juga semua pelatih yang pernah menanganinya sejak di klub dan sejak direkrut. “Ini keberhasilan pelatih di klub juga, karena mereka harus menunggu 20 tahun untuk memetik hasil seperti ini,” paparnya. [WUR]