Dark/Light Mode

Piala Thomas

Penentu Kemenangan Indonesia 3-2 Atas Thailand, Vito: Kuncinya Menyerang

Selasa, 12 Oktober 2021 06:39 WIB
Shesar Hiren Rhustavito menjadi penentu kemenangan tim bulutangkis Indonesia. (Foto : PBSI)
Shesar Hiren Rhustavito menjadi penentu kemenangan tim bulutangkis Indonesia. (Foto : PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Shesar Hiren Rhustavito menjadi penentu kemenangan tim bulutangkis Indonesia 3-2 atas Thailand dalam pertandingan penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2020.

Kemenangan 23-21, 10-21, 21-8 atas Aldurach Namkul dalam laga selama 62 menit itu ikut menyelamatkan skuat Merah Putih dari kekalahan.

Posisi Indonesia sempat kritis saat dua pemain tunggal yang diandalkan mengamankan poin, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie justru gagal menyumbang angka. Mereka kalah kepada Kantaphon Wangcharoen dan Kunlavut Vitidsarn.

Berita Terkait : Indonesia Vs Taiwan, Witan Siap Tempur

Dua pasangan ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Rian Ardianto menjaga asa tim Merah-Putih setelah menang atas pasangan asal Negeri Gajah Putih.

Akhirnya Vito, sapaan akrab pemain peringkat 19 dunia yang menjadi penentu keberhasilan tim Garuda atas Thailand. Kemenangan 3-2 dalam laga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Senin (11/10) malam mengantarkan Indonesia memetik kemenangan kedua setelah sebelumnya menang 5-0 atas Aljazair.

"Syukurlah bisa menang dan membawa Indonesia unggul 3-2 atas Thailand. Tadi terus terang saya sempat tegang juga karena harus menang untuk menyumbang poin," tutur Vito.

Berita Terkait : Mentan Canangkan Indonesia Bebas Rabies Tahun 2030

Dikatakannya, dari sisi permainan, pertandingan melawan Namkul harus dimenangkan. Dari awal dia pun mengaku sangat optimistis bisa memenangi laga. Apalagi, dari sisi rangking juga sangat jauh. Vito berada di 19 dunia, sementara Namkul di 151 BWF.  "Meskipun begitu, saya tidak boleh lengah. Saya yakin saja bisa menang," ujar Vito.

Menyangkut apa yang menjadi kunci kemenangan, Vito menyebut faktor percaya diri dan menerapkan strategi bermain lebih menyerang saja. "Di gim kedua, perbedaannya terlalu jauh. Meski kalah, tetapi saya manfaatkan untuk mencari strategi terbaik untuk persiapan menghadapi gim ketiga," sebutnya.

Sementara di gim ketiga, dia bisa kembali ke permainan terbaik. Terus menyerang dan tidak memberi kesempatan lawan berkembang. "Dengan shuttlecock berat, susah juga kalau hanya bertahan. Lebih baik menyerang karena bertahan itu susah untuk mendapatkan poin," jelas Vito. [WUR]