Dark/Light Mode

BRN Bali Sukses Gagalkan Penggelapan 28 Mobil Rental

Jumat, 14 Februari 2025 21:09 WIB

Tim Buser Rentcar Nasional (BRN) Korda Bali bikin geger! Dalam dua hari terakhir, mereka sukses menggagalkan upaya penggelapan 28 unit mobil rental yang dilakukan oknum penyewa nakal.

Awalnya, BRN Bali menerima laporan ada 30 unit mobil milik anggota mereka yang raib entah ke mana setelah disewa.

"Dua hari terakhir kita kejar-kejaran, akhirnya 28 unit berhasil diamankan. Sisanya, 2 unit lagi masih dalam pengejaran karena GPS-nya mati," kata Ketua BRN Korda Bali, Gusti, Jumat (14/2).

Menurut Gusti, modus yang dipakai si pelaku dengan menyewa mobil untuk jangka waktu bulanan. Di awal, semuanya tampak normal. Tapi, masuk bulan kedua, pembayaran mulai macet dan si penyewa susah dihubungi.

"Kita mulai curiga. Benar aja, pas dicek mobilnya udah dipindah tangan ke orang lain, bahkan ada yang di luar Bali, di Jawa Timur. Untung BRN di sana gerak cepat bantuin," ujarnya.

Lebih parah lagi, beberapa unit sudah diganti pelat nomor dan ada yang dobel STNK.

"Penggelapan kayak gini memang sering kejadian di dunia rental. Tapi kali ini paling besar selama saya pimpin BRN Bali," tegas Gusti.

Mobil-mobil yang coba digelapkan pun bukan kaleng-kaleng, mulai dari Toyota Alphard, Mini Cooper, sampai Mercedes Benz.

Padahal, SOP di BRN sudah ketat. Setiap unit wajib pakai GPS, uang jaminan, dan identitas penyewa harus ditinggal.

"Ada yang satu unit kita pasang sampai lima GPS! Tapi ya, yang namanya orang niat jahat, selalu selangkah lebih pintar," keluh Gusti.

Penggelapan Masif, 65 Unit Jadi Target

Humas BRN Bali, Dendi Satrio, menambahkan bahwa di luar anggota BRN, ada 65 unit mobil rental lainnya yang juga jadi korban penggelapan.

"Dua hari ini kita kerahkan 100 orang tim BRN Bali buat ngejar. Modusnya, mobil disewa terus digadaikan ke orang lain dengan harga Rp40 juta sampai Rp50 juta," ungkap Dendi.

Mobil-mobil yang berhasil diamankan tersebar di banyak lokasi, mulai dari Denpasar, Kintamani, Bedugul, sampai luar Bali.

 

Video: Istimewa

Editor: Hendrawan K Wijaya