Dark/Light Mode

Freeport Percepat Perbaikan Smelter Gresik, Datangkan Komponen dengan Antonov

Selasa, 4 Maret 2025 22:27 WIB

PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant di Smelter PTFI Gresik, Jawa Timur, dengan mendatangkan komponen kritikal dari luar negeri. Komponen ini diangkut menggunakan pesawat kargo Antonov AN-124 dan Boeing 747, untuk mempercepat proses pengiriman yang jika menggunakan jalur laut bisa memakan waktu hingga 60 hari.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan smelter segera kembali beroperasi secara optimal.

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar proses recovery ini berjalan efektif dan efisien agar smelter secepatnya kembali berproduksi," ujar Tony di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa pengiriman udara menjadi solusi terbaik untuk menghemat waktu berminggu-minggu dalam proses perbaikan CGC Plant. "Penggunaan Antonov dipilih karena beberapa komponen penting seperti Wet Electrostatic Precipitator internals dan metal expansion joints yang diproduksi di Jerman memiliki ukuran besar sehingga tidak bisa diangkut dengan pesawat kargo reguler," katanya.

PTFI menjadwalkan tiga kali pengiriman menggunakan Antonov, dengan total berat kargo mencapai 75,7 ton. Pengiriman pertama dilakukan pada 6 Februari 2025, dilanjutkan dengan pengiriman kedua pada 25 Februari 2025, dan yang terakhir pada 2 Maret 2025. Semua komponen dikirim langsung dari Frankfurt, Jerman, menuju Bandara Juanda, Surabaya, sebelum dibawa melalui jalur darat ke Smelter PTFI di Gresik. Selain pesawat Antonov, PTFI juga menggunakan pesawat Boeing 747 untuk pengiriman perdana komponen pada 29 November 2024 dengan total berat 58 ton.

Tony menambahkan bahwa percepatan perbaikan smelter ini merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak. "Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, TNI AL dan AU, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Kantor Bea Cukai Juanda, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik, Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus, Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan, serta Otoritas Bandara Juanda," ujarnya.

 

Video: PT Freeport Indonesia

Editor: Hendrawan K Wijaya