Sebelumnya
Menurut KPU, Sirekap ini lebih baik dibandingkan Pemilu lalu. Tanggapan Anda?
Bagaimana mau dibilang terbaik dari Pemilu yang lalu, orang datanya saja sudah banyak yang bermasalah. Bahkan, dari pertama kali, sudah dipertanyakan keberadaannya.
Dipertanyakan?
Misalnya soal proses pengadaannya, apakah telah memenuhi syarat yang ditentukan atau tidak.
Baca juga : Akhmad Gojali Harahap: Audit Forensik Sirekap, Gunanya Untuk Apa...
Konkretnya?
Saya minta supaya diusut dulu proses pengadaannya. Setelah itu, baru proses pelaksanaannya.
Jadi, Anda tidak sepakat dengan klaim KPU?
Tidak. Justru, belakangan ini KPU mengakui bahwa Sirekap sebagai alat bantu. KPU juga mengakui ada kesalahan dalam pelaksanaannya.
Baca juga : Prabowo-Gibran Bakal Jalankan Revolusi Damai
Apa masalah konkretnya?
Di Sirekap itu, diduga ada penggelembungan suara dan sebagian data dari daerah tidak sinkron, sampai KPU menyampaikan permohonan maaf. Kalau memang terbaik, ngapain mereka menyatakan permintaan maaf. Itu kan kontradiktif.
Anda curiga Sirekap ini menguntungkan Capres-Cawapres tertentu ya?
Dalam proses pelaksanaannya, memang begitu.
Baca juga : Ingat, Urusan Air Tak Bisa Dikesampingkan
Apa perlu diusut tuntas jika memang ada kesalahan?
Kami memang mendesak agar diusut secara tuntas, salah satunya dengan menggulirkan hak angket. Hak angket ini, untuk membongkar itu semua. Selain itu, Sirekap juga perlu diaudit forensik. REN
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.