Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Dikritik Tim 01 Dan 03 Sirekap Dibela Kubu 02

Akhmad Gojali Harahap: Audit Forensik Sirekap, Gunanya Untuk Apa...

Sabtu, 24 Februari 2024 07:40 WIB
Akhmad Gojali Harahap, Wakil Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Akhmad Gojali Harahap, Wakil Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Proses perhitungan suara melalui aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di Komisi Pemilihan Umum (KPU), menimbulkan kontroversi.

Sebab, datanya dipermasalahkan banyak pihak, karena di­duga ada penggelembungan suara.

Meski banyak dikritik, Komisioner KPU Bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu Idham Holik menyatakan, Sirekap Pemilu 2024 telah mengalami pembaruan dan jauh lebih baik dibanding Sirekap 2019.

Baca juga : Prabowo-Gibran Bakal Jalankan Revolusi Damai

Kata Idham, Sirekap 2024 menampilkan Formulir Model C. Hasil Pleno sebagai sumber data otentik perolehan suara di TPS untuk seluruh peserta Pemilu. Sehingga, kata dia, tidak ada alasan bagi pihak lain untuk menilai aplikasi Sirekap buruk. “Kami lebih maju. Semua masyarakat Indonesia bisa mengaksesnya,” tegasnya.

Dia menerangkan, Sirekap merupakan alat kontrol Pemilu 2024. Bahkan, dapat mencegah electoral fraud atau kecurangan Pemilu.

Mengenai tudingan ada kecurangan di Sirekap, Idham mem­bantahnya. Kata dia, Sirekap adalah alat publikasi foto formulir Model C Hasil, yang merupakan data otentik perolehan suara peserta di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca juga : Ingat, Urusan Air Tak Bisa Dikesampingkan

Wakil Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran, Akhmad Gojali Harahap sepakat dengan klaim KPU. "Saya setuju, karena ada perbaikan dan pembaharuan. Mereka juga serius melaku­kan perbaikan. Memang ada kritik dari 01 dan 03, tapi KPU menerima. Jika tidak menerima, itu baru kita curiga. Sekarang ini, jika ada kritik, diperbaharui dan diperbaiki oleh KPU," kata anggota tim sukses Capres-Cawapres nomor urut 2 ini.

Anggota Dewan Penasihat Tim Hukum pasangan AMIN, Ahmad Yani menampik klaim KPU. Menurut dia, di dalam Sirekap banyak masalah.

"Gimana mau dibilang terbaik dibanding Pemilu yang lalu, datanya saja banyak yang bermasalah. Bahkan, dari pertama kali sudah dipertanyakan keberadaannya," tandasnya.

Baca juga : Bawaslu Belum TemukanPelanggaran Bersifat TSM

Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Akhmad Gojali Harahap mengenai klaim KPU tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.